Kondisi Kesehatan Tiga Polisi Pasca Diberondong Peluru Begal

81

Beritaindonesiasatu, Surabaya- Seorang begal berinisial S (45) mengumbar tembakan ke polisi saat ditangkap. Polisi pun menyudahi aksi brutal pelaku dengan tembakan hingga pelaku tewas. Namun, tiga polisi mendapat luka tembakan dari pelaku.

Ketiganya langsung dilarikan ke RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso Surabaya. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan kondisi ketiganya berangsur membaik usai dilakukan operasi pengangkatan peluru dalam perutnya.

“Ketiga personel polri Polda Jatim ditangani di RS Bhayangkara. Pascaoperasi kondisinya stabil dan membaik, semua mendapatkan penanganan terbaik dari tim dokter dan medis di RS Bhayangkara,” kata Truno saat dikonfirmasi detikcom di Surabaya, Rabu (7/10/2020).

Truno memaparkan tiga petugas yang terkena luka tembak, dua diantaranya dari Polres Pasuruan Kota dan satu personel dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

“Petugas yang terkena luka tembak antara lain Bripka Hariz Farizy dari Polres Pasuruan Kota mengalami luka percikan api senjata api pelaku di tangan kiri dan Bripka Sutiyono dari Polres Pasuruan Kota yang mengalami luka tembak di perut bawah sebelah kiri,” imbuh Truno.

Sedangkan anggota dari Jatanras Polda Jatim yakni Bripda Muhammada Beny, mengalami luka tembak di bagian perut tengah.

Sebelumnya, kejadian penangkapan ini terjadi pada Senin (6/10) sekira pukul 23.20 WIB. Tersangka S yang masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) ini merupakan warga Dusun Sumbersuko, Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

S kerap melakukan tindak kriminalitas. Dari catatan kepolisian, S adalah seorang residivis pencurian dengan kekerasan (curas) sapi di Polres Lumajang. Pelaku juga pernah menjadi residivis Polres Pasuruan dengan kasus membacok warga, dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Selain itu, S juga tercatat pernah melakukan tindakan kriminal lainnya. Seperti perampasan sepeda motor di Gempol Pasuruan, melempar Bondet kepada anggota Brimob Watu Kosek Pasuruan dan terakhir menjadi DPO Polda Jatim terkait kasus Curanmor (R4).

Penangkapan ini bermula saat petugas mendapatkan informasi jika DPO berada di rumah warga sedang menghadiri hajatan. Lalu, anggota yang sudah standby di Mako Polsek Grati, bergerak memburu pelaku.

Saat berada di Jalan Desa Jeladri, Kecamatan Lumbang, anggota berpapasan dengan Sues, yang mengendarai motor bersama seseorang yang tidak dikenal. Anggota yang tak mau kehilangan jejak langsung memutar arah dan mengejar tersangka.

“Namun, saat dilakukan pengejaran, tersangka mengetahui jika dirinya diburu oleh polisi. Saat akan masuk ke gang kecil, Bripda Moch. Benny menarik sarung tersangka hingga terjatuh,” ungkap Truno.

Kemudian saat terjatuh, secara tiba-tiba tersangka mengeluarkan senjata jenis revolver rakitan dengan amunisi 5.56 mm dan menembakkan ke arah perut Bripda Benny dan Bripka Sutiyono. Atas kejadian ini, anggota lain sempat baku tembak dengan tersangka. Dan tersangka sendiri tewas di lokasi kejadian.

Dari penangkapan tersangka, polisi mengamankan beberapa barang bukti diantaranya senjata api rakitan jenis revolver warna silver dan gagang warna hitam beserta peluru tajam kaliber 5,56 mm. Serta jumlah dalam dompet 11 butir dan dalam silinder 1 butir dan selongsong dalam silinder 5 butir hingga 6 butir peluru hampa.

Polisi juga mengamankan sebilah senjata tajam jenis pedang dengan panjang 70 cm dengan sarung pedang terbuat dari kulit, satu buah sabuk kain warna hitam yang berisi jimat dan satu unit sepeda motor Honda CBR warna merah kombinasi putih.(dtc/bas)