Komitmen PKS Tetap Kawal Transisi Kepemimpinan Nasional Sesuai UUD 1945

45

Beritaindonesiasatu.com, Jakarta – Sekretaris Jendral Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al-Habsyi menyebut pihaknya berkomitmen untuk mengawal pergantian kepemimpinan RI agar sesuai dengan konstitusi.

“PKS berkomitmen untuk mengawal transisi kepemimpinan nasional dan berbagai proses legislasi di MPR, DPR, dan DPRD agar tetap sejalan dengan Pancasila, UUD NRI 1945, dan fitrah demokrasi,” ujarnya, saat membacakan rekomendasi Rapat Kerja Nasional PKS Tahun 2021 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/3).

Diketahui, politikus senior Amien Rais sempat mengungkit isu amendemen UUD 1945 demi memfasilitasi Jokowi menjabat Presiden tiga periode. Presiden dan pihak Istana sudah membantahnya dan tetap mengikuti batasan di konstitusi, yakni cukup dua periode.

Aboe juga menggarisbawahi pergantian kepemimpinan nasional ini mesti dibarengi dengan antisipasi terhadap merebaknya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“Transisi kepemimpinan dan peraturan perundang-undangan harus mampu mencegah kembalinya korupsi, kolusi, dan nepotisme. Fitrah demokrasi yang dibangun dengan mencari titik keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab, serta penegakan hukum yang adil bagi semua, tanpa tebang pilih,” lanjut dia.

Selain soal transisi kepemimpinan, salah satu rekomendasi Rakernas ialah memperkuat sikap oposisi partai yang mengedepankan pelayanan dalam misi kemanusiaan. Salah satunya dalam penanganan dampak Pandemi Covid-19 serta bencana alam.

“Memperkuat sikap oposisi PKS sebagai partai yang terdepan dalam pelayanan, pemberdayaan dan pembelaan kepada rakyat Indonesia melalui berbagai program kerja dari seluruh bidang, badan, dan fraksi,” kata Aboe.

“Agar bangsa Indonesia mampu melewati krisis pandemi dan beratnya tekanan ekonomi,” lanjutnya.

Diketahui, Presiden PKS Ahmad Syaikhu sendiri sudah menegaskan sikap politik PKS tetap mengambil sebagai kekuatan oposisi, mengawasi jalannya roda pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Hal itu sempat ia katakan dalam pidato pertamanya saat diangkat sebagai Presiden PKS medio Oktober 2020 lalu.(cnn/bas)