Kodam Jaya dan Polda Metro Siagakan Tenaga Vaksinator

65

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Kodam Jaya bersama Polda Metro Jaya menyiapkan tim tenaga vaksinator dan tracker COVID-19. Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu dari Pemprov DKI Jakarta terkait jumlah tenaga vaksinator dan tracker COVID-19 dari TNI-Polri

“Ya saat ini kita masih menunggu dari Pemda DKI, belum dikerahkan jumlahnya. masih menunggu,” ujar Pangdam Dudung di Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (10/2/2021).

Dudung mengatakan tim dari TNI-Polri bertugas tidak bergerak sendiri. Menurutnya, yang utama dalam proses vaksinasi dilakukan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

“Tidak TNI-Polri sendiri yang bergerak. Tetap yang dikedepankan Dinas Kesehatan, kita hanya mendampingi, tetapi kita pun mendampingi punya keahlian. Yang tadi sebelah kiri itu tenaga-tenaga medis semua. Perawat, dokter, bidan, lengkap itu,” katanya.

Dudung menjelaskan tenaga vaksinator yang berasal dari TNI-Polri telah terlatih. “Oh sudah, mereka sudah dilatih. Tadi kan saya praktekkan, salah satu Kopral, bagaimana nyuntik, rupanya dia memang tukang nyuntik. Dia dari tenaga kesehatan,” tutur Dudung.

Sebelumnya, Kodam Jaya melaksanakan apel gelar kesiapan tenaga vaksinator dan tracer COVID-19. Kegiatan dipimpin langsung oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Di Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, kegiatan apel gelar kesiapan ini dimulai pukul 08.00 WIB. Gelar apel ini diikuti oleh Kasdam Jaya dan Asisten. Kemudian, Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Hendro Pandowo turut hadir dengan didampingi pejabat utama Polda Metro Jaya.

“Kodam Jaya Jayakarta dan Polda Metro Jaya menggelar apel kesiapan untuk tenaga vaksinator dan tracer COVID-19,” ujar Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman di Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (10/2).

“Tujuannya untuk meningkatkan peran serta jajaran Kodam dan Polda dalam kepedulian pencegahan penyebaran COVID-19 dengan melaksanakan instruksi Presiden dalam pelaksanaan PPKM,” lanjutnya.

Nantinya, tenaga vaksinator akan disebar ke ribuan desa di Jawa maupun di Bali. Diketahui vaksinator tersebut akan disebar ke 23 ribu desa.(dtc/bas)