Ketua RT di Bekasi Ngaku Khilaf Bacok Pria hingga Tewas

43

Beritaindonesiasatu, Bekasi – Ketua RT di Bekasi, Jawa Barat, bernama Ahmad Sulaeman (43) menyerahkan diri ke polisi usai membacok seorang pria hingga tewas gegara sengketa tanah. Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede Iptu Santri Dirga menyebut pelaku merasa khilaf.

“Saat korban udah terkapar pelaku langsung sadar dan merasa khilaf, seketika pelaku berniat untuk menyerahkan diri,” ucap Dirga kepada detikcom, Minggu (22/11/2020).

Setelah menyerahkan diri, pelaku diinterogasi polisi. Pelaku mengaku tak bisa mengontrol diri saat membacok korban.

“Pelaku mengaku dia gelap mata saat membacok korban,” kata Dirga.

Polisi sudah menghentikan penyelidikan terhadap kasus ini. Dirga menyebut status kasus ini sudah naik menjadi penyidikan.

“Sudah tidak (ada perkembangan penyelidikan), karena status penyelidikan sudah kami tingkatkan menjadi penyidikan,” ungkap Dirga.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu 18 November 2020. Pelaku merupakan warga Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, menjabat sebagai ketua RT setempat.

“Meninggalnya seorang pria berusia 55 tahun pelaku karena ditemukan ada luka berat di bagian punggung dan kepala. Pelakunya adalah satu orang pria berusia 43 tahun kebetulan sebagai ketua RT di kelurahan Jatiraden Kecamatan Jatisampurna Pondok Gede,” imbuh Kapolsek Pondok Gede Kompol Jimmy.

Ia merasa kesal lantaran korban mengukur-ukur tanah di wilayahnya. Pelaku yang sedang membagikan bantuan sosial langsung bergegas menemui korban.

“Dia (Pelaku) menerima telepon bahwa tanahnya sedang sedang diukur-ukur oleh si korban, dia langsung bergegas berangkat meninggalkan tempat ke lokasi dan setelah di tempat lokasi terjadilah percekcokan,” lanjut Jimmy

Pelaku sempat mengingatkan korban untuk meninggalkan tempat tersebut, tapi korban dan empat temannya tidak kunjung meninggalkan lokasi kejadian. Karena kesal, pelaku langsung mengambil golok di warung milik warga dan menghampiri korban lalu membacok berkali-kali hingga korban meninggal di tempat.

“Setelah percekcokan pelaku juga juga pergi ke rumah warga untuk mengambil satu buah golok, setelah ditemukan pelaku langsung pergi ke lokasi dan langsung membacok si korban di punggung dan di kepala sebanyak 5 kali,” tuturnya.

Setelah melihat korban bersimbah darah, kemudian pelaku menyerahkan diri ke polisi sambil membawa golok.(dtc/bas)