Kendaraan Masuk Solo Sudah Mulai Diperiksa

25

Beritaindonesiasatu.com, Solo – Kendaraan berpelat luar kota yang melintas di Kota Solo diwajibkan membawa surat tugas atau hasil tes swab antigen maupun PCR. Bagi yang tidak menyertakan akan dilakukan tes antigen di posko skrining yang ada di lima titik di batas kota.

“Solo bukan merupakan pos penyekatan tapi screening dan 3T (testing, tracing dan treatment). Jika penyekatan diidentifikasi pemudik harus putar balik,” kata Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Rabu (28/4/2021).

Untuk skrining, kata Ade, merupakan tujuan akhir apakah mereka pemudik atau bukan. Nantinya, hasilnya akan didalami apakah pengendara kendaraan itu membawa surat tugas atau tidak.

Lima titik yang berada di batas Kota Solo dijadikan sebagai lokasi pemeriksaan kendaraan diaktifkan mulai hari ini. Kelima pos tersebut terletak di Pos Faroka Kerten, exit Tol Klodran, Tugu Makutho Karangasem, Jurug dan Pos Joglo.

“Hasilnya didalami apakah dilengkapi surat tugas, swab antigen atau PCR. Kemudian akan masuk tempat skrining di posko Faroka. Apabila hasilnya nonreaktif bisa melanjutkan tugasnya,” urainya.

Ade Safri mengingatkan saat penerapan larangan mudik mulai tanggal 6-17 Mei, pihaknya akan tetap dilakukan penindakan. Tidak peduli apakah pemudik tersebut membawa hasil tes swab nonreaktif.

“Untuk yang tanggal 6-17 Mei, meskipun nonreaktif pun akan tetap dibawa ke STP (Solo Techno Park) untuk melakukan karantina selama lima hari,” ungkapnya.

Tetapi jika masa sebelum penindakan ada pemudik atau warga luar Solo yang reaktif maka akan dirujuk ke rumah sakit COVID-19 yang sudah ditunjuk. “Dan di masa ketiga mulai tanggal 18-24 Mei sama nonreaktif bisa melakukan perjalanan. Tetapi, jika reaktif akan dilakukan sesuai prosedur penanganan COVID,” ucapnya.

Diberitakan detikcom, Dalam pengecekan yang dilakukan didapati ada sejumlah warga luar Solo yang tidak membawa surat tugas maupun hasil swab. Maka, petugas yang bersiaga di posko Faroka melakukan tes antigen untuk memastikan kondisi pengemudi tersebut.

“Tadi ada warga Jombang yang ingin berziarah, dilakukan testing di Pospam yang dimaksud. Non reaktif bisa melanjutkan perjalanan, kalau reaktif dilakukan rujukan,” terangnya.(bas)