Keluarga Duka Laskar FPI akan Dipanggil Pekan Depan

71

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Bareskrim Polri menjadwalkan ulang pemanggilan keluarga enam laskar FPI pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS) yang tewas ditembak di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Karawang, Jawa Barat. Pemanggilan dijadwalkan Senin pekan depan.

“Hari Senin depan (21 Desember 2020),” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi melalui pesan singkat, Kamis (17/12/2020).

Bareskrim Polri sebelumnya telah memanggil keluarga enam laskar FPI yang tewas ditembak, namun pihak keluarga tidak memenuhi panggilan. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Iya betul, dipanggil sebagai saksi,” kata Brigjen Andi Rian Djajadi saat dimintai konfirmasi, Jumat (11/12).

Andi menuturkan pemanggilan akan berlangsung Senin (14/12) pekan depan. “Untuk hari Senin tanggal 14 Desember 2020,” ujarnya.

Andi menyebut penyidik masih melanjutkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya. Pemeriksaan terhadap para saksi yang dilakukan bersifat pemeriksaan lanjutan.

“Pemeriksaan saksi yang belum selesai, dilanjutkan hari ini,” kata Andi

Andi tidak merinci identitas saksi yang diperiksa kembali. Dia hanya memastikan jumlah saksi dalam bentrok ini masih terus bertambah.

“Jumlah saksi masih terus bertambah,” ujarnya.
Baca juga:
Bareskrim Periksa Jasa Marga Terkait CCTV di TKP Penembakan Laskar FPI

Selain memeriksa saksi, Bareskrim Polri juga memeriksa ahli terkait peristiwa bentrokan itu. Saksi yang diperiksa adalah pihak yang melihat dan dianggap mengetahui persis baku tembak polisi dengan enam pengikut HRS di Tol Jakarta-Cikampek.

“(Mintai keterangan) termasuk ahli. Ahli balistik forensik, kedokteran forensik, dan Inafis,” tutur Andi pada Kamis (10/9).

Seperti diketahui, sebanyak 10 anggota laskar FPI terlibat kontak tembak dengan polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek saat sedang mengawal Habib Rizieq Shihab menuju Karawang. Empat anggota laskar FPI berhasil melarikan diri, sedangkan enam lainnya tewas.

“Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur, sehingga terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS yang berjumlah 10 orang, meninggal sebanyak 6 orang,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin (7/12).

“Untuk yang 4 lainnya melarikan diri,” imbuhnya. (dtc/bas)