Kecam Penghina Nabi, Masyarakat Cinta Rasullah Gelar Aksi di Gedung Sate

49

Beritaindonesiasatu, Bandung – Masyarakat Cinta Rasulullah SAW Kota Bandung mengecam tindakan Perancis yang dianggap menghina Muhammad SAW dan Umat Muslim, lewat karikatur nabi yang dimuat Charlie Hebdo dan UU ‘Separatisme Islam’ yang diumumkan Presiden Perancis Emmanuel Macron.

Pengecaman itu disalurkan dengan aksi yang dihadiri seratusan orang di depan Gedung Sate, Kota Bandung pada Jumat (30/10/2020). Massa aksi pun membentangkan bendera atau panji hitam bertuliskan lafal Arab Laa Ilaha Ilallah.

Koordinator aksi Ustaz Asep Sudrajat menyayangkan sikap dari Macron yang mengizinkan tabloid Charlie Hebdo yang menyebut nabi Muhammad SAW sebagai penyebab kekerasan di negara tersebut.

“Sebetulnya kita ingin mengingatkan kepada penguasa negeri ini yang mayoritas muslim, untuk mengambil sikap karena Perancis bukan sekali, tetapi beberapa kali. Kita ingin ada sikap, setidaknya penguasa negeri ini di level nasional dan Jabar bisa menunjukkan ketidaksukaanya, ini (bukti) keimanan yang minimal,” kata Asep saat ditemui detikcom seusai aksi.

Asep mengatakan, aksi yang dihadiri massa dari sejumlah wilayah di Bandung Raya ini juga bertujuan untuk membuka mata kepada sesama kaum muslim lainnya, terkait realitas di lapangan.

“Banyak umat yang tidak mengetahui, tapi realitas ini tidak bisa kita pungkiri. Kita juga ingin mengedukasi umat, apa solusi yang fundamental dari persoalan ini, solusinya bahwa umat ini punya marwah yang disegani orang kafir, sehingga pelecahan tidak terulang kembali,” tegasnya

Aksi ini hanya berlangsung kurang lebih dua jam, dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Setelah menyampaikan orasinya, massa membubarkan diri. “Karena kondisi covid sekarang, kita juga tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan memakai masker,” katanya.(dtc/bas)