Kasus Perkosaan Mahasiswi Bergilir, Polisi Terima Bukti Wanita SN Terlibat

47

Beritaindonesiasatu, Makassar – EA (23), mahasiswi korban pemerkosaan bergilir di Makassar, masih meyakini adanya keterlibatan perempuan berinisial SN (21) dalam kasusnya. EA akan kembali menyerahkan sejumlah bukti keterlibatan SN ke pihak kepolisian.

Kuasa hukum menyebut EA memiliki bukti kuat soal keterlibatan wanita inisial SN (21) dalam kasus pemerkosaan tersebut. Pihak kepolisian memastikan akan menerima bukti apapun yang diajukan.

“Pasti tidak bisa juga kita menutup diri, tidak bisa kami katakan tidak misalnya, tetap kita terima kalau mereka mau datang,” kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman saat ditemui di kantornya, Jalan Pengayoman, Makassar, Senin (2/11/2020).

Iptu Iqbal melanjutkan pihak kepolisian akan tetap mengakomodir ada bukti-bukti keterlibatan pihak lain yang akan diajukan pihak korban. SN dalam kasus ini masih ditetapkan sebagai saksi, meski sebelumnya ada fakta yang menyebut keterlibatan dirinya.

“Pasti tetap kita akomodir, tidak mungkin kita larang. Tetap kita terbuka sih terutama karena mereka pihak korban,” tutur Iqbal.

“Tapi sampai saat ini sesuai dengan gelar perkara awal itu baru 3 orang (tersangka),” imbuhnya.

Dia juga mengatakan penyidik sejak awal memang melakukan koordinasi dengan pihak korban pada saat proses penyidikan berjalan.

“Dia dari pengacara memberikan pendampingan pada saat korban dilakukan proses penyidikan di Polsek Panakkukang. Seperti itu koordinasinya. Kita kabari terus ji (ke pengacara) perkembangannya,” katanya.

Meski begitu terus berkoordinasi, Iqbal menegaskan pihak kepolisian sejauh ini tetap pada hasil penyidikan awal yang sementara menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

“Kalau dari kami sih sampai hari ini ya seperti itu, tetap 3 orang ini tersangkanya. Belum ada tersangka lain yang kami tetapkan,” katanya.

Apa kata pengacara dan polisi soal bukti keterlibatan SN sejauh ini, berikut kelanjutannya.

Bukti kuat ini diajukan oleh pengacara korban, Rezky Pratiwi yang meyakini adanya keterlibatan pihak lain di kasus pemerkosaan bergilir yang menimpa kliennya, EA (23). Bukti lain tersebut salah satunya dari kronologi kejadian berdasarkan kesaksian EA.

“Jadi kan dari korban memang menyampaikan, bahwa keterlibatan SN pada saat malam itu memang besar, itu dari yang dia ketahui,” ujar pengacara korban dari LBH Makassar, Rezky Pratiwi, kepada detikcom, Jumat (30/10).

Rezky, yang juga Ketua Divisi Perempuan Anak dan Disabilitas LBH Makassar, mengatakan saat ini pihaknya tengah mengkoordinasikan bukti-bukti tersebut ke polisi.

“Keterangan saksi tambahan, kemudian bukti-bukti dokumentasi yang lain, itu bisa diajukan oleh korban karena kan dia juga korban saksi, dan dia tahu jelas bagaimana situasi pada saat itu. Nah itu nanti yang kami ajukan agar supaya ini lebih progres,” kata Rezky.

Digilir Pria Siapkan Bukti Penjerat
Namun Rezky enggan mengungkap lebih detail soal bukti-bukti yang menunjukkan keterlibatan SN. “Kalau soal bukti tentu saya tidak bisa ungkapkan detailnya,” tuturnya.

Hingga kini polisi tidak menetapkan SN sebagai tersangka. Polisi tetap bersikukuh bukti keterlibatan SN tidak cukup.

“Kita tak melakukan menetapkan tersangka lagi karena belum cukup bukti,” kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman saat ditemui detikcom di kantornya, Jalan Pengayoman, Kota Makassar, Senin (5/10) lalu.

Sejauh ini kasus pemerkosaan mahasiswi secara bergilir ini, polisi menetapkan 3 tersangka, yakni AF, MF, dan NA. Berkas penyidikan kasus tersebut juga telah dilimpahkan ke kejaksaan.(dtc/bas)