Kapolda Copot Jabatan Kasat Reskrim Polres Simalungun dan Padang Sidempuan

118

Beritaindonesiasatu Medan – Dua pejabat Kasat Reskrim di jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara dicopot dari jabatannya. Pencopotan itu berdasarkan Surat Telegram Kapolda Sumatera Utara. Kedua Kasat Reskrim yang dicopot tersebut adalah Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Jerico Lavian Chandra dan Kasat Reskrim Polres Padang Sidempuan AKP Bambang Herianto.

Berdasarkan pencopotan AKP Jerico tertuang dalam Surat Telegram Kapolda nomor ST/933/X/KEP./2020 tanggal 6 Oktober 2020. Sedangkan pencopotan AKP Bambang tertuang dalam Surat Telegram nomor ST/905/IX/KEP./2020 tanggal 30 September 2020.

Dalam Surat Telegram tersebut, AKP Jerico Lavian Chandra dimutasikan sebagai Pama Yanma Polda Sumut dalam rangka pemeriksaan. Penggantinya, dipercayakan kepada AKP Rachmat Aribowo yang sebelumnya menjabat sebagai Kanitdik 5 Satreskrim Polrestabes Medan.

Sementara itu, AKP Bambang Herianto dimutasikan sebagai Pama Yanma Polda Sumut dalam rangka pemeriksaan. Penggantinya dipercayakan kepada AKP Bambang Priyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Panit 1 Unit 2 Subdit I Ditreskrimsus Polda Sumut.

Terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan adanya pencopotan jabatan dua Kasat Reskrim ini. Di mana, keduanya sedang diperiksa Bid Propam Polda Sumut.

“Yang bersangkutan saat ini sudah di non jobkan dalam rangka riksa,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (7/10).

Tatan menuturkan, terhadap AKP Jerico Lavian Chandra, dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab dari pencopotannya. Namun, dia mengatakan, pencopotan itu bisa jadi karena berkaitan dengan keluhan masyarakat terkait penanganan kasus, maupun respon terhadap penanganan kasus.

“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan, apakah ini berkaitan dengan masalah profesionalisme, kita tunggu hasil pemeriksaannya,” ujarnya.

Sedangkan terhadap AKP Bambang Herianto, menurut Tatan bahwa pencopotan itu atas dugaan penyalahgunaan wewenang. Sebab, ada beberapa Kepala Dinas (Kadis) di Padangsidempuan yang mengeluh karena merasa ditakut-takuti.

“Menyalahgunakan wewenang. Namanya ditakut-takuti, ya pasti takut jadinya kan,” pungkas Tatan.(Re)