KAMI Tolak Dikaitkan dengan Aksi Demo Anarkis UU Cipta Kerja

76

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ( KAMI) Din Syamsuddin menolak organisasinya dikaitkan dalam tindakan anarkis saat unjuk rasa Undang-Undang Cipta Kerja. Menurut dia, KAMI secara kelembagaan belum turut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut.

“Tapi KAMI secara kelembagaan belum ikut serta, kecuali memberi kebebasan kepada para pendukungnya untuk bergabung dan membantu pengunjuk rasa atas dasar kemanusiaan,” kata Din melalui keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2020).

Din justru meminta aparat Kepolisian untuk mengusut siapa auktor intelektual dalam unjuk rasa yang berlangsung ricuh tersebut. Baca juga: Gatot Nurmantyo Tuding Polri Berupaya Bangun Opini Tendensius terhadap KAMI
Oleh karena itu, ia menolak KAMI dikaitkan dalam aksi unjuk rasa anarkis tersebut.

“KAMI menolak secara kategoris penisbatan atau pengaitan tindakan anarkis dalam unjuk rasa kaum buruh, mahasiswa dan pelajar dengan Organisasi KAMI,” ujar dia. Sebelumnya diberitakan, Delapan orang yang ditangkap penyidik Bareskrim Polri, Selasa (13/10/2020) pagi, berkaitan dengan dugaan penyebaran narasi bernada permusuhan dan SARA.

“(Delapan orang yang ditangkap karena) memberikan informasi yang membuat rasa kebencian dan permusuhan terhadap individu atau kelompok berdasarkan SARA dan penghasutan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Mabes Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono seperti dilansir dari tayangan Kompas TV, Selasa.

Sebagian dari delapan orang itu diketahui adalah anggota organisasi KAMI. Awi tak menjelaskan secara perinci apa narasi kebencian dan permusuhan soal SARA yang dilontarkan delapan orang tersebut. Ia hanya menjelaskan bahwa unsur penghasutan terdapat dalam pernyataan keempat orang tersebut berkaitan dengan penolakan UU Cipta Kerja.

“Penghasutan tentang apa? Ya tadi, penghasutan tentang pelaksanaan demo omnibus law yang berakibat anarkis,” ujar Awi.(kcm/bas)