Jokowi Bahas Sengketa Reformasi Agraria Minta Direalisasikan

57

Beritaindonesiasatu, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan pegiat reforma agraria untuk membahas berbagai persoalan yang ada di lapangan. Pertemuan dilakukan agar dapat menemukan solusi yang bisa disepakati bersama oleh seluruh pihak.

“Ini agar betul-betul nanti bisa terealisasi sehingga masalah-masalah yang berkaitan dengan reformasi agraria bisa mengalami percepatan dan akselerasi dalam menyelesaikan (persoalan) yang belum-belum,” ujar Jokowi dalam keterangan resmi, Kamis (3/12).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan pertemuan dilakukan agar dapat mencapai titik antara pemerintah dan pegiat reforma agraria dalam mencari solusi atas berbagai persoalan di lapangan.

“Siang hari ini Presiden telah mengumpulkan beberapa menteri yang berkaitan dengan agraria dan diikuti oleh teman-teman dari LSM,” kata Moeldoko.

Ia bilang kepala negara meminta agar jajarannya dapat mengurai persoalan dengan menentukan masalah-masalah yang menjadi prioritas. Selain itu, Jokowi juga meminta anak buahnya menyusun target penyelesaian.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan A Djalil mengatakan pihaknya akan segera melakukan identifikasi mengenai seluruh masalah yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Nantinya, Kementerian ATR akan menyusun prioritas kerja untuk menyelesaikan hal-hal yang dapat segera diselesaikan.

“Kami akan identifikasi mana yang paling mudah kami selesaikan. Kami selesaikan sesegera mungkin, sehingga begitu selesai, kami punya kepercayaan diri dan menjadi model untuk menyelesaikan hal lain,” terang Sofyan.

Kemudian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan pemerintah berkomitmen untuk menjalankan penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan (PPTKH) untuk mempercepat reforma agraria. Hal ini akan dilakukan lewat legalisasi obyek agraria di kawasan hutan.

Sebelumnya, Jokowi telah menggelar pertemuan dengan pegiat reforma agraria. Beberapa pegiat reforma agraria yang ikut berdiskusi dengan kepala negara.

Antara lain, Ketua Umum DPP Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Siti Fikriyah, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria Dewi Kartika, Ketua Badan Registrasi Wilayah Adat Kasmita Widodo, dan Sekretaris Umum Serikat Petani Indonesia Agus Ruli.(cnn/bas)