Jahe Putih Simalungun Tembus Mancanegera

60

Beritaindonesiasatu, Simalungun – Masa pandemi Covid 19 ternyata tidak berpengaruh pada petani jahe putih di desa Buttu Parilahan Kabupaten Simalungun. Permintaan akan hasil panen  tetap tinggi dengan harga yang fantastis dan menembus pasar luar negeri.

“Alhamdulilah sejak awal mula pandemi Covid 19 hasil panen kami tetap berjalan, bahkan permintaan semakin banyak dengan harga naik pula,” ujar Petani Jahe Askasima Sebayang.

Menurut Sebayang,  hasil panen jahe putih saat ini cukup melimpah, harganya pun cukup bagus. Dari sebelum pandemi hanya Rp13 ribu kini menjadi Rp26 ribu perkilogramnya.

Tanaman jahe disebutkan menjadi laris karena jahe putih ini dipercaya berkhasiat mengatasi virus Covid-19 sehingga permintaan menjadi tinggi. Petani di Kabupaten Simalungun ini rata rata melayani permintaan dari sejumlah daerah seperti dari kota Padang, Pekanbaru Palembang  pulau jawa bahkan sampai keluarga negeri seperti Malaysia dan Singapura (bas)