Istana Negara Didemo Mahasiswa Papua, Tolak Blok Wabu Bekas PT Freeport

87

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Aliansi Mahasiswa Papua diadang kepolisian menggunakan kawat berduri di kawasan Patung Arjunawiwaha, Jakarta Pusat, saat hendak menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara.

Ada sekitar 20 orang mahasiswa yang telah berkumpul di Patung Arjunawiwaha mulai 11.30 WIB. Mereka mulai bergerak ke Istana sekitar 12.00 WIB.

“Sesuai pemberitahuan yang kami sampaikan Jumat kemarin, kami start dari Patung Kuda, kami sudah masukkan agar dimaklumi pihak kepolisian. Aksi kami aksi damai, bukan untuk mengkudeta pemerintahan saat ini,” kata orator Roland Levy di lokasi aksi.

Saat masuk ke Jalan Medan Merdeka Barat, sejumlah aparat polisi menghadang mereka. Polisi mengatakan aksi hanya diperbolehkan digelar di Patung Arjunawiwaha, bukan Istana.
Lihat juga: Kapolda Papua Terbitkan Maklumat, Larang MRP Rencanakan Makar

Para mahasiswa pun tidak terima. Mereka sempat adu mulut dengan para polisi. Mahasiswa Papua bersikukuh tetap mendekat ke Istana seperti surat oloemebritahuan yang mereka kirim ke kepolisian.

“Bertahun-tahun kami aksi di depan Istana saja tidak didengar. Apalagi di sini?” ujar Roland.

Polisi pun tak mendengar tuntutan mereka. Kepolisian tetap mengadang para demonstran asal Papua. Mereka juga membentangkan kawat berduri di depan Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Arus lalu lintas menuju Istana pun direkayasa. Kendaraan bermotor yang hendak melewati Jalan Medan Merdeka Barat dialihkan ke Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan Budi Kemuliaan.

Dalam unjuk rasa kali ini, mahasiswa Papua menyatakan tiga tuntutan. Mereka menolak Blok Wabu bekas PT Freeport Indonesia untuk dikelola kembali, mereka juga menolak perpanjangan otonomi khusus Papua yang berakhir 2021, dan mereka menolak UU Cipta Kerja.(cnn/bas)