Industri Rumahan Gitar Tetap Bertahan Ditengah Pandemi Covid-19

71

Beritaindonesiasatu, P. Siantar– Bertahan di masa pandemi Covid 19, industri rumahan kreatif pembuatan gitar akustik hanya memanfaatkan internet untuk promosi hingga pembayaran. Jumat (2/10/2020).

Beberapa bulan setelah di landa pandemi Covid 19 sudah berdampak pada sektor industri kecil kreatif rumahan. Para pelaku usaha harus pandai pandai mensiasati agar bisa tetap bertahan. Seperti yang dilakukan oleh Alvon Panjaitan seorang perajin gitar akustik di kota Pematangsiantar.

Usahanya yang sudah dirintisnya sejak lima tahun lalu ini hanya digelar di bengkel kecil belakang rumahnya. Ia bersama dua temannya berkreasi untuk membuat gitar akustik yang memiliki kualitas bagus. Di tengah pandemi ini ia memang memiliki beberapa kendala, seperti kenaikan harga bahan produksi dan biaya untuk rekan kerja yang lebih tinggi.

Kondisi pandemi saat ini mereka tetap bertahan dengan memanfaatkan promosi dan penjualannya secara online media sosial. Tak dipungkirinya kelancaran internet di jaman digital ini, dimanfaatkan dengan baik.

“Pesanan gitar akustik datang dari kota kota di pulau Sumatera, Jawa bahkan saat ini sedang bernegosiasi dengan pembeli asal negara India,” ujar Alfon pengelola.

Alvon juga menyampaikan promosi melalui media sosial menghasilkan 80 persen penjualan dengan pembayaran melalui transfer bank.

Setiap pembeli akan mendapat informasi terbaru dari pesanannya dengan melakukan video call dengan perajin. Banyak jenis gitar akustik yang diproduksinya dengan model yang berbeda beda dan rentang harga mulai dari lima ratus ribu rupiah.(bas)