Imbas CEIR Penuh, Vendor Ponsel Kurangi Produksi dan Rumahkan Karyawan

70

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Pada akhir September lalu, kapasitas mesin pemblokir IMEI ilegal, Central Equipment Identity Register ( CEIR), dilaporkan hampir penuh. Data nomor IMEI ponsel-ponsel baru dari pabrikan tidak bisa diunggah oleh Kementerian Perindustrian ( Kemenperin).

Akibatnya, ponsel-ponsel baru yang dijual ke pasaran terancam tidak bisa terhubung dengan operator seluler alias tidak dapat sinyal.

Ketua Bidang Hubungan Pemerintahan Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) Syaiful Hayat juga membenarkan kabar tersebut.

“Jadi memang sejak tanggal 23 September itu, Kemenperin tidak bisa upload nomor IMEI karena kondisi server-nya sudah hampir penuh. Jadi ponsel baru yang diproduksi setelah tanggal 23 itu tidak nyala kondisinya (tidak mendapatkan sinyal seluler-red),” ujar Syaiful ketika dihubungi KompasTekno sabtu (10/10/2020).

Menurut Syaiful, saat ini Kemenperin masih menunggu kepastian Kominfo untuk membuka blokir agar nomor IMEI dari ponsel baru dapat diinput ke dalam mesin CEIR.

“Kita sudah minta supaya blokir CEIR itu dibuka, agar kita bisa memasukkan IMEI HKT (handphone, komputer genggam, tablet) sejak tanggal 23 September. Kemenperin juga minta ke Kominfo untuk segera dibuka. Jadi ini masih proses sebenarnya,” jelas Syaiful.

Namun, hal tersebut belum bisa dipastikan oleh Kominfo dengan dalih tengah meninjau dan memastikan bahwa nomor IMEI yang diunggah adalah IMEI yang sudah terealisasi. (kcm/ba)