IJTI Sumut Kecam Intimidasi Penghapusan Foto Liputan Jurnalis

78

Beritaindonesiasatu, Medan – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumut kecam tindakan oknum aparat yang mengintimidasi penghapusan foto jurnalis saat meliput demo penolakan UU Cipta Karya di Medan

Peristiwa ini bermula saat salah satu kasus dialami oleh Raden Armand, saat mengabadikan momen demonstrasi. Jurnalis Indozone.id yang melakukan dokumentasi untuk tugas jurnalistiknya, pada Kamis 08 Oktober 2020, sekitar pukul 15.30 dipaksa menghapus foto-foto dari kameranya yang berisikan tindakan represif oknum kepolisian.

“Seharusnya siapapun dan apapun pangkat dan jabatannya, anggota Kepolisian sebagai penegak hukum, harus metaati aturan hukum karena jurnalis dalam melakukan tugasnya, dilindungi oleh Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers.
dan tidak ada pembenaran untuk mengintimidasi jurnalis yang bertugas”ungkap M Harizal SH Ketua Divisi Advokasi IJTI Sumut, Sabtu (10/10/2020)

Atas peristiwa ini, IJTI Sumut menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mengutuk tindakan siapapun, baik dari aparat keamanan maupun masyarakat sipil yang melakukan intimidasi dan menghalang-halangi kerja-kerja jurnalis kapanoun dan dimanapun.
  2. Meminta Kapolda Sumatera Utara untuk mengusut anggotanya yang melakukan intimidasi terhadap jurnalis dalam aksi unjuk rasa penolakan omnibus law di Sumatera Utara.
  3. Menghimbau kepada seluruh rekan jurnalis dalam melakukan peliputan, untuk tetap mengenakan atribut jurnalis masing masing, memakai simbol2 jurnalis yang mudah dilihat, dan berupaya sedapat mungkin untuk saling mengawasi satu sama lain agar bisa saling melindungi jika terjadi tindakan pelanggaran UU No 40 tentang pers.
  4. Dalam melaksanakan peliputan, teman teman Jurnalis dihimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.(bas)