Harimau Sumatera Masuk Perkampungan di Toba, Warga Sigalapang Waspada

45

Beritaindonesiasatu, Balige – Hewan ternak babi dan kambing yang diduga dimangsa oleh Harimau Sumatera menimbulkan kewaspadaan bagi masyarakat Dusun Sigalapang, Desa Meranti Timur, Kecamatan Pintu Pohan Merani, Kabupaten Toba.

Hari ini adalah hari keempat pemantauan keberadaan Harimau Sumatera tersebut. Masyarakat tetap waspada dan berjaga-jaga akan munculnya kembali Harimau Sumatera tersebut.

“Kita tetap waspadalah hingga saat ini. Masyarakat sekitar masih merasa takut walau korban ternak yang baru belum ada hingga saat ini,” ujar Paman Simanjorang, Kepala Dusun Sigalapang, Desa Meranti Timur, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba.

Untuk mengantisipasi serangan Harimau Sumatera yang diduga kuat pemangsa ternak tersebut, pihaknya tetap menyalakan lampu teplok di kandang ternak.

Bukan hanya menyalakan lampu di kandang ternak, pihaknya juga membuat api unggun dan memantau keadaan sekeliling rumah pada malam hari.

“Saat ini, kita tetap buat lampu di kandang ternak itu dan pada sore hari kita juga buat api unggun. Malam-malam, awak juga sesekali bahkan tiga kali pada malam keluar untuk memastikan situasi aman,” sambungnya.

Dikatakannya, semenjak kematian ternak tersebut, masyarakat sekitar memiliki kebiasaan baru, pulang lebih awal dari ladang mereka sebelum hari gelap.

“Biasanya kita pulang dari ladang saat sudah gelap. Sekarang, gara gara ini, kita sudah lebih awal pulang. Memang yang paling utama adalah jaga-jagalah. Apalagi ternak kita yang berkeliaran harus dikandangkan dan sesekali dipantaulah,” katanya.

“Hingga saat ini tidak ada jejaknya yang bertambah. Yang kemarin itulah masih. Tapi, kita tetap was-was dan petugas pun masih di sini bersama kita,” lanjutnya.

Terkait hal ini, sebelumnya staf BKSDA Resort Dolok Surungan Edi menjelaskan bahwa kawasan hutan tersebut merupakan kawasan margasatwa, tempat Harimau Sumatera hidup.

“Kalau di Dolok Surungan di wilayah Desa Meranti Timur memang habitatnya konservasi Dolok Surungan, memang habitatnya Harimau Sumatera itu. Jumlahnya yang bisa kita perkirakan adalah sebanyak sekitar 15 ekor,” ujar Edi saat dikonfirmasi, Sabtu (16/1/2021).

Dikatakannya, pemangsa ternak yang berada di kawasan Sigalapang tersebut mengarah pada Harimau Sumatera.

“Kalau dari ciri-ciri yang ditinggalkan oleh Harimau itu banyak tanda-tanda, ternak babi yang dimangsa itu ada bekas bulunya yang ditinggalkannya jejak kakinya. Itulah dominannya kalau memang dia yang memangsa,” katanya.

“Dominan ke Harimau Sumatera karena jejak-jejaknya, bulu yang ditinggalkannya,” sambungnya.

Terkait berat dan usia Harimau Sumatera yang memangsa ternak tersebut, pihaknya belum bisa memberikan data secara riil.

“Karena posisi jejaknya sudah agak hilang akibat hujan saat kita lakukan survei ke sana. Sehingga berat badannya tidak bisa kita prediksi lagi, berapa ukurannya, dan berapa usianya,” katanya.

“Tapi data-datanya sudah kita kirim ke BBKSDA, tim survei kita juga yang mampu mengukur terkait hal itu,” sambungnya.

Dikatakannya, pihaknya tetap berkoordinasi dengan masyarakat sekitar guna menghindari adanya mangsa yang baru.

“Untuk sementara ini, kita meminta warga sekitar karena pemukiman itu berada dekat perbatasan langsung dengan kawasan hutan. Ada sekitar 20 meter dari tempat itu kan dan jarak pemukiman dengan hutan ada 1 kilometer,” lanjutnya.

Dilansri tribun Pihaknya juga tetap memantau agresifitas Harimau Sumatera tersebut yang diduga pemangsa ternak di kawasan tersebut. (trb/bas)