Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober Mahasiswa Kembali Aksi Tolak UU Ciptaker

70

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Remy Hastian mengatakan pihaknya bakal kembali menggelar demonstrasi menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di Jakarta, Rabu (28/10).

Aksi mahasiswa besok juga bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober.

Lihat juga: Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Buruh Minta Khofifah Keluar
“Dengan estimasi 1.000 massa yang tergabung dengan mahasiswa lainnya di luar Provinsi DKI Jakarta,” kata Remy melalui keterangan tertulis, Selasa (27/10).

Remy mengatakan ribuan mahasiswa kembali turun ke jalan karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak kunjung menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk membatalkan UU Ciptaker.

Menurut Remy, respons Jokowi yang meminta masyarakat melakukan judicial review atau uji materi UU Ciptaker ke Mahkamah Konstitusi (MK) tak tepat.

Ia merasa MK juga akan berpihak pada keputusan DPR dan pemerintah menyusul revisi UU MK yang disahkan pada September 2020.

Lihat juga: Polisi Kantongi Identitas Fasilitator Rusuh Demo Omnibus Law
“Berdasarkan hal tersebut, Aliansi BEM Seluruh Indonesia menyatakan akan kembali turun aksi untuk mendesak Presiden RI segera mencabut UU Cipta Kerja,” ujarnya.

Terpisah, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) juga mendesak Jokowi segera mengeluarkan perppu untuk membatalkan UU Ciptaker. LMND menilai UU tersebut lebih mengedepankan kepentingan investor ketimbang rakyat kecil.

“Pemerintah dan DPR lebih mengedepankan kepentingan investor daripada kepentingan dan masa depan rakyat Indonesia,” kata Ketua Umum LMND Muhammad Asrul melalui keterangan tertulis.

Asrul menilai UU Ciptaker cacat prosedural dan materiil. Ia menyebut pembahasan dan pengesahan UU tersebut di luar kewajaran lantaran terburu-buru, minim partisipasi masyarakat, dan dibahas di luar Gedung DPR saat tengah malam.

Lihat juga: Kodam Jaya Kerahkan 6.000 Personel Jaga Demo Sekitar Istana
Selain itu, Asrul juga menyinggung tindakan represif aparat keamanan dalam mengawal demo di sejumlah daerah.

“Banyak massa aksi yang luka-luka dan sebagian ditangkap oleh aparat. Kebebasan berpendapat sebagai satu jalan untuk meluruskan dan mengingatkan pemerintah mendapat tantangan besar,” ujarnya.

Aksi turun ke jalan besok menjadi kesekian kalinya mahasiswa menggelar aksi menolak Omnibus Law Ciptaker. Mereka mendesak Jokowi membatalkan UU Ciptaker lewat perppu. Namun hingga kini, Jokowi belum buka suara terkait kemungkinan penerbitan perppu. (cnn/bas)