Hari ini Bio Farma Mulai Produksi Vaksin Sinovac

53

Beritaindonesiasatu, Jakarta – PT Bio Farma (Persero) memulai proses produksi bahan baku vaksin corona dalam bentuk bulk dari Sinovac, China, hari ini.

“Alhamdulillah, barusan saya dapat informasi dari teman-teman di Bandung, kami mulai proses pertama bulk vaksin ini,” terang Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Kamis (14/1).

Ia menjelaskan perseroan memiliki kapasitas produksi sebesar 1 juta dosis per hari. Itu berarti, Bio Farma membutuhkan waktu kurang lebih 15 hari untuk memproduksi vaksin jadi. Ia berharap, vaksin itu bisa diedarkan ke masyarakat pada Februari 2021.

“Nanti kami akan adakan uji quality control, kemudian kami serahkan kepada BPOM laporannya untuk mendapatkan rilis. Seandainya kalau ini berjalan lancar, insyaallah Februari produksi pertama vaksin jadi dari Bio Farma ini akan bisa kami distribusikan untuk program vaksinasi pemerintah,” jelasnya.

Honesti menjelaskan Bio Farma pada mulanya mempersiapkan dua merek vaksin corona produksi perseroan. Meliputi, merek vaksin untuk vaksinasi melalui program pemerintah atau vaksin gratis dan vaksinasi mandiri.

Namun, usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggratiskan semua vaksin corona, maka perusahaan pelat merah itu memutuskan untuk merilis vaksin hanya dalam satu merek saja.
Lihat juga: Erick Thohir: Vaksin Sinovac Aman, Berkhasiat dan Halal

Dengan demikian, semua bahan baku vaksin dari Sinovac akan diproduksi untuk kebutuhan vaksin covid-19 gratis.

“Awalnya kami berpikir ke arah sana (2 merek), tapi dengan arahan seperti (semua vaksin gratis) ini tentunya hanya satu merek yang akan kami rilis ke BPOM,” ucapnya.

Proses produksi ini maju satu hari dari prediksi jadwal semula yang disampaikan Honesti. Sebelumnya, ia mengatakan perseroan akan mulai memproduksi vaksin covid-19 pada 14 Januari 2021 mendatang.

“Bulk yang datang akan kami segera kirim ke Bandung, diproses produksi oleh Bio Farma, dan kami akan mulai produksi pertama 14 Januari 2021 dan diharapkan akan bergulir,” ujarnya belum lama ini.

Indonesia sendiri sudah mendapatkan komitmen pengiriman bahan baku dari Sinovac sebesar 155 juta dosis. Angka itu terdiri dari komitmen awal 140 juta dosis dan tambahan 10 persen, sehingga totalnya kurang lebih 154 juta dosis bahan baku vaksin covid-19.

“Sampai semester I kami sudah ada jadwal pengiriman dari mereka 144 juta sekian dosis sisanya akan dilakukan Juli. Jadi, ini program kami dalam 6 bulan pertama untuk produksi vaksin ini,” imbuhnya.(cnn/bas)