Grab Tech Centre Siap Bawa Harapan Cerah Bagi Pelaku UMKM di Indonesia

37

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Tak dipungkiri pandemi membawa dampak signifikan bagi roda perekonomian Indonesia. Dampaknya pun tak hanya dirasakan oleh para pebisnis besar, tetapi para pelaku UMKM juga turut merasakan imbas dari adanya pandemi ini. Di sinilah pentingnya peran stake holder untuk membantu para pelaku UMKM.

Salah satu hal yang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM ini adalah kehadiran teknologi, yang bisa membuat mereka tetap bertahan. Sebab, berjualan secara konvensional atau offline juga belum sepenuhnya bisa dilakukan. Sayangnya, belum banyak para pelaku UMKM yang bisa memasarkan produknya secara digital, sehingga perlu wadah yang tepat untuk membantu mereka.
Hadirnya Sebuah Grab Tech Center

Kabar baiknya, kini telah ada Grab Tech Center yang baru saja diresmikan di Indonesia. Inovasi persembahan Grab ini bahkan akan menjadi pusat inovasi di kawasan Asia Tenggara. Hal ini karena, Grab Tech Center didedikasikan untuk mengembangkan berbagai solusi teknologi untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Asia Tenggara.

Lebih lanjut, sebagai pusat inovasi regional Grab untuk para UMKM, Grab Tech Center akan difokuskan untuk meriset, merancang, dan menguji coba berbagai perangkat dan teknologi yang ditujukan bagi para UMKM di Indonesia terlebih dahulu, yang kemudian akan diekspor ke pasar berkembang lainnya di Asia Tenggara.

Siap Bantu Digitalisasi UMKM di Indonesia

Indonesia menjadi rumah bagi lebih dari 64 juta UMKM di mana baru 16% di antaranya yang telah terdigitalisasi. Inilah alasan Indonesia menjadi pasar ideal bagi Grab untuk menguji coba beragam solusi teknologi yang bertujuan untuk mempermudah bisnis terkecil sekalipun dalam memanfaatkan teknologi untuk bertransformasi ke online dan sukses dalam era digital.

Peresmian Grab Tech Center ini mendukung misi Grab for Good yang diumumkan tahun lalu, yang mencakup digitalisasi 5 juta usaha kecil dan tradisional pada 2025. Hal ini merupakan target yang ingin dicapai Grab Indonesia melalui program #TerusUsaha yang tengah dijalankan khusus untuk mendorong pertumbuhan UMKM.

Jalankan Bisnis Hanya Dalam Waktu 24 Jam

Menariknya, salah satu contoh solusi UMKM yang diciptakan di Indonesia adalah fitur aplikasi GrabMerchant yaitu Self-Onboarding atau Pendaftaran Mandiri yang memungkinkan bagi pengusaha makanan untuk mendaftarkan diri dan menjalankan bisnisnya di Grab hanya dalam waktu 24 jam.

Fitur yang dibuat oleh tim Grab Indonesia tersebut, berhasil mempercepat upaya Grab untuk mendigitalisasi lebih banyak para pelaku UMKM selama masa pandemi yang bagi sebagian besar dari mereka hal ini merupakan transformasi online untuk pertama kalinya. Antara bulan Mei dan September, lebih dari 70.000 merchant di Indonesia telah bergabung dengan Grab melalui fitur Pendaftaran Mandiri ini. Grab berencana untuk meluncurkan fitur ini di pasar-pasar lain di kawasan Asia Tenggara.
Fokus Grab Tech Center di Indonesia

Adapun Grab Tech Center sendiri akan menaungi tim yang fokus pada penelitian dan pengembangan GrabKios, Merchant, dan GrabFood, dengan serangkaian divisi lengkap yang diperlukan untuk pengembangan produk yang menyeluruh. Hal ini mencakup manajemen produk, desain produk, analisis produk, software engineering, hingga quality assurance engineering.

Selain itu, Grab berencana untuk semakin memperkuat kapabilitas di backend engineering, mobile front-end engineering, serta site reliability engineering. Salah satu tanggung jawab utama tim Tech Grab Indonesia adalah mengembangkan platform berbagai produk digital Grab. Melalui platform produk digital, tim ini akan membangun berbagai jenis produk guna menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi para mitra pengemudi dan mitra agen Grab.

Menurut Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia, pihaknya memiliki komitmen jangka panjang dan berkelanjutan di Indonesia, rumah bagi Dual Headquarter Grab.

“Grab Tech Center ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas teknologi kami di Indonesia dalam rangka membangun berbagai solusi yang dibutuhkan masyarakat Indonesia, namun tak terbatas pada itu saja. Kami juga ingin berkontribusi dalam mengembangkan potensi teknologi Indonesia, dan berharap dapat memboyong teknologi ‘Buatan Indonesia’ ke seluruh Asia Tenggara,” ungkapnya.

Resmikan B.J. Habibie Hall

Di samping meresmikan Grab Tech Center, Grab juga merayakan peresmian aula baru yaitu B.J. Habibie Hall yang merupakan bagian dari Grab Tech Center. Aula ini ditujukan sebagai penghormatan kepada Presiden ke-3 Republik Indonesia, almarhum Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, seorang insinyur dan ilmuwan yang berhasil mengubah Indonesia melalui teknologi dan inovasi. Menempati wilayah seluas 429 meter persegi, B.J. Habibie Hall akan berfungsi sebagai wadah edukasi dan kolaborasi bagi para cendikiawan dan para pembuat kebijakan di bidang teknologi, akademi, dan bisnis.
Tanggapan Pemerintah Indonesia

Menanggapi peresmian ini, pemerintah yang dalam hal ini diwakili beberapa kementerian, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto mengungkapkan jika UMKM memegang kunci pemulihan ekonomi Indonesia, sehingga perlu didorong digitalisasi yang lebih banyak.

“Grab telah menjadi mitra strategis bagi pemerintah Indonesia yang secara konsisten membantu mendorong agenda transformasi digital melalui program-program seperti #TerusUsaha. Membekali UMKM dengan solusi teknologi yang tepat untuk menavigasi dinamika bisnis online sangatlah penting, dan saya sangat mengapresiasi Grab yang telah mendirikan Pusat Teknologi di Indonesia yang ditujukan untuk menjawab beragam kebutuhan para UMKM,” ungkap Airlangga.

Sementara Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, Teten Masduki mengatakan jika UMKM harus lebih tangguh dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Apalagi pemerintah juga terus menghadirkan inovasi untuk mendorong perkembangan UMKM, agar semakin banyak UMKM yang go-digital.

“Kami menyambut baik kolaborasi strategis dengan Grab untuk bersama-sama mendorong akselerasi digital UMKM dan berharap kehadiran Grab Tech Center akan membantu meningkatkan daya saing UMKM tanah air dan tumbuh pesat di era digital,” ungkap Teten.

Sebagai informasi tambahan, Grab beroperasi di lebih dari 500 kota dan memberdayakan lebih dari 6 juta pengusaha mikro dan UMKM di Indonesia. Grab telah berhasil mendigitalisasi lebih dari 450.000 UMKM selama pandemi Menurut laporan riset CSIS dan Tenggara Strategic, Grab telah berkontribusi sebesar Rp77,4 triliun atau US$5,4 miliar bagi perekonomian Indonesia pada 2019.

“Kami akan menyatukan kekuatan talenta-talenta teknologi terbaik di Indonesia untuk membangun solusi yang mudah digunakan dan dapat diandalkan untuk membantu UMKM terkecil sekalipun dalam proses digitalisasi mereka,” pungkas Neneng Goenadi selaku Managing Director of Grab Indonesia.(mrdk/bas)