Gerindra Dukung Anies Sampai Masa Jabatan Berakhir

90

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif memastikan partainya mendukung Anies Baswedan sampai masa jabatan sebagai gubernur DKI berakhir.

Hal itu disampaikannya berkaitan dengan pernyataan Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis yang meminta Anies mundur dari jabatannya.

“Dukungan itu saya pastikan akan tetap sampai selesai masa jabatan duet Anies-Ariza berakhir,” kata Syarif saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/1).

Syarif meminta agar pernyataan Ali Lubis itu tidak dikaitkan dengan Partai Gerindra melainkan sebagai pribadi.

“Sudah ditegaskan ketua Fraksi dan Ketua Harian DPP bahwa itu pernyataan pribadi dan tidak bisa dikaitkan dengan partai Gerindra. Jangan dikaitkan dengan partai pernyataan Ali Lubis,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis mengkritik sikap Anies yang meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek. Menurut dia, sikap itu menimbulkan tanda tanya besar.

Ia pun meminta Anies untuk mundur dari jabatannya sebagai gubernur jika memang tak lagi sanggup menangani pandemi.

“Anies nyerah lawan Covid-19? Jika seperti itu maka sebaiknya mundur saja dari jabatan Gubernur,” kata Ali dalam keterangan tertulisnya.

Terkait hal itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pihaknya sudah menegur Ali Lubis.

“Untuk masalah ketua DPC sendiri itu sudah diberikan arahan langsung oleh Wakil Ketua Umum Pak Habiburokhman, dan sudah diberikan semacam (teguran), diingatkan,” kata Dasco di Balai Kota, Senin (25/1).

Menurut Dasco, partai telah mengingatkan Ali Lubis agar tidak menyampaikan pendapat pribadi tanpa berkoordinasi dengan Gerindra. Apalagi, Ali merupakan Ketua DPC Jakarta Timur.

“Karena menyangkut hal yang prinsip,” imbuhnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang juga Ketua DPD Gerindra Jakarta juga telah mengingatkan agar semua kader mengikuti arah kebijakan partai. Ia menekankan, pendapat pribadi tidak boleh melebihi kebijakan partai.

“Jadi kita minta semua kader bisa memahami, mengerti apa yang menjadi kebijakan partai,” kata Riza.(cnn/bas)