Gawat, Semut yang Teror Warga Banyumas Karnivora dan Tak Doyan Gula

64

Beritaindonesiasatu, Banyumas – Warga Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Banyumas diteror miliaran semut yang menguasai pepohonan hingga rumah warga. Tim ahli dari Laboratorium Entomologi dan Parasitologi, Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto turun tangan mengecek karakteristik semut tersebut.

“Kami belum bisa menentukan jenisnya, karena ini lain dari pada semut yang biasanya ada. Jadi dia sangat tertarik sekali justru pada hewan lain yang masih hidup seperti belalang,” kata salah satu Tim ahli dari Laboratorium Entomologi dan Parasitologi, Fakultas Biologi Unsoed, Darsono, saat ditemui detikcom di lokasi, Selasa (17/11/2020).

Darsono menyebut karakter semut itu cenderung karnivora. Hal itu terungkap saat diuji coba dengan gula, semut-semut justru tertarik pada belalang.

“Tadi kita uji coba, dia tertarik tidak dengan gula, saya kasih gula dia tidak mau, tapi setelah saya kasih belalang dia langsung menggerumut dan tertarik pada hewan lain yang hidup atau serangga lain yang masih hidup, jadi rupa rupanya dia karnivora,” jelasnya.

Selain itu, dari keterangan warga, semut-semut itu tak membawa pulang makanannya ke sarang. Melainkan makanan tersebut dimakan di tempat, hal ini membuat tim dari Unsoed tertarik untuk mempelajari karakteristik semut tersebut.

“Mungkin nanti dengan pancingan pakan, hanya tadi menurut cerita orang sini, semut ini makannya di tempat dan tidak dibawa pulang, nah ini susah penanganannya. Pada umumnya semut kalau makan selalu dibawa pulang ke sarang, kalau yang dibawa pulang itu mudah penanganannya,” terangnya.

“Jadi umpan diberi perlakuan, nanti kalau dibawa pulang diberikan ke kerabatnya di sarang dan itu kerabatnya akan kena. Tapi kalau yang ini saya belum tahu, karena tadi ini kita beri pakan itu aja dia tidak mau,” jelas Darsono.

Pihaknya pun masih akan meneliti karakter dan sifat semut yang meneror warga Desa Pageraji tersebut. Pihaknya berharap bisa segera ditemukan penanganannya.

“Mungkin nanti akan dipelajari dulu karakter semut ini, karena untuk pengendalian kita harus lihat karakter, bio-ekologinya, seperti rayap, itu kita pelajari. Jadi kita bisa tahu pakai ini pakai ini (pakan untuk membasminya),” ucapnya.(dtc/bas)