Drainase Vertikal Belum Bekerja Efektif Tangkal Banjir

37

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta menilai sumur resapan alias drainase vertikal yang menjadi salah satu upaya Gubernur DKI Anies Baswedan guna menangkal banjir belum bekerja efektif. Buktinya, banjir masih meluap di sejumlah titik DKI belum lama ini.

Direktur Eksekutif Walhi DKI Jakarta Tubagus Soleh Ahmadi mengatakan sumur resapan hanya cocok digunakan untuk menggantikan fungsi wilayah tangkapan air yang berkurang. Namun, tidak bisa digunakan untuk mengatasi luapan air dari sungai.

“Untuk mengatasi yang dari luapan itu sumur resapan yang dibangun kan vertikal, sumur panjang ke bawah. Itu pun kita belum tau lokasinya dimana dan berapa [jumlah] persisnya. Jadi kita mau bilang, itu saja tidak cukup,” katanya Senin (22/2).

Menurut pandangan Bagus, terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan banjir Jakarta. Yakni luapan sungai, alih fungsi kawasan resapan air, dan buruknya sistem drainase.

Dalam menanggulangi luapan sungai, ia menilai naturalisasi sungai jauh lebih efektif. Sementara sistem drainase perlu dibenahi untuk memastikan banjir bisa diminimalisasi. DKI Jakarta juga harus duduk bersama dengan Jawa Barat sebagai daerah hulu.

“Masalah banjir Jakarta juga disebabkan oleh permasalahan di hulu. Misalnya kita sering dengar, wilayah Bogor. Kita tahu bahwa di wilayah hulu sudah lama mengalami alih fungsi kawasan hutan dan wilayah resapan air jadi perkebunan teh,” tuturnya.
Lihat juga: Drainase Vertikal, Pemprov DKI Ajak Warga Tampung Air Hujan

Selama ini, Bagus menilai pemerintah belum benar-benar serius mencari solusi dan strategi menangkal banjir. Ia mengatakan saat ini upaya pemerintah menangani banjir masih kalah cepat dengan kerusakan yang disebabkan oleh pemanasan global.

Menurutnya antisipasi bencana seharusnya sudah digenjot, terutama sejak Organisasi Meteorologi Dunia mewaspadai peningkatan cuaca ekstrem sejak 2020.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan sumur resapan dibangun di 300 ribu titik untuk penanganan banjir. Namun hingga Desember 2020, pemerintah baru menyanggupi pembangunan 4 ribu titik sumur resapan di lima wilayah.

Genangan pun didapati lebih hebat dari tahun-tahun sebelumnya, menurut kesaksian warga.

Drainase vertikal atau sumur resapan sendiri merupakan salah satu janji kampanye Anies di Pilkada 2017 untuk mengatasi banjir. Dalam beberapa kesempatan ia yakin metode ini bisa membuat air masuk ke dalam tanah dan mencegah banjir.

“Jika setiap kita memasukkan air hujan ke dalam lubang di rumah kita, tanah kita, maka kita tak mengirimkan air hujan keluar dan insyaallah tak menghasilkan banjir,” tuturnya, di Monas, Jakarta, Selasa (20/11/2018), dikutip dari detik.com.

“Karena itu, untuk menyelamatkannya, kita mengembalikan pada sunatullah-nya, sunatullah-nya air hujan masuk ke dalam bumi,” ujar Anies.(cnn/bas)