Dokter di Wisma Atlet Resah Mendengar Kabar Kerumunan Masyarakat

78

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Dokter di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet mengaku waswas dengan kegiatan kerumunan masyarakat baru-baru ini. Mereka merasakan imbas kenaikan pasien tiap kali kasus positif Covid-19 meningkat. Nyawa pun jadi taruhan.

Keresahan ini diungkapkan dokter spesialis paru-paru yang sudah lebih dari tujuh bulan bertugas di RSD Covid-19 Wisma Atlet, Efriadi. Ia menyebut kenaikan kasus yang terjadi pada akhir pekan lalu (17/11) cukup mengkhawatirkannya.

“Kita melihat kasus sebelum Oktober kemarin sudah banyak penurunan tapi ketika liburan tiba ternyata kasus kian meningkat. Dan ini sangat menyulitkan kami yang bekerja,” ujar Efriadi di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (15/11).

Dalam catatan Satgas Covid-19, kapasitas keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Tower 6 dan 7 Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, naik hingga 21 persen. Saat ini huniannya adalah 53,8 persen. Jika dibandingkan saat sebelum libur huniannya adalah 32 persen.

Selain itu, merujuk data media center RSD Covid-19 Wisma Atlet per Senin (16/11) pukul 08.00 WIB, sebanyak 1.569 pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang terdiri atas 798 pria dan 771 wanita, dirawat di tower 6 dan 7.

Flat isolasi mandiri RSD Wisma Atlet di Tower 4 dan 5 juga mengalami kenaikan dari 17 persen menjadi 27 persen. Tercatat 859 pasien Covid-19 lainnya menempati tower 4 dan 5 sebagai flat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 berstatus OTG.

Sehingga secara keseluruhan sebanyak 2.428 pasien positif Covid-19 dirawat di empat tower RSD Wisma Atlet.

Angka inilah yang membuat Efriadi resah. Semakin banyak pasien yang dirawat, maka risiko tenaga kesehatan tertular juga semakin tinggi.

“Kami tenaga kesehatan ini punya keluarga dan kami ingin nanti beraktivitas kembali dengan keluarga kami masing-masing,” imbuhnya.

Rekan sejawat Efriadi, Doni Lukas, mengungkapkan tenaga kesehatan merupakan garda terakhir penanganan Covid-19. Ia, Efriadi, dan dokter lainnya ingin masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk #pakaimasker, #cucitangan pakai sabun, dan #jagajarak hindari kerumunan.

Mereka menyayangkan sikap masyarakat yang masih melakukan kegiatan kerumunan. Usahanya di RSD Covid-19 Wisma Atlet pun rentan sia-sia, risikonya tertular Covid-19 dan juga keselamatan diri tenaga medis.

“Jangan sia-siakan pengorbanan kami, tenaga kesehatan di sini, dengan mengadakan kerumunan atau mengadakan acara-acara yang tidak perlu. Itu sangat menyusahkan bagi kami,” ucap Doni.(cnn/bas)