Diserang Saat Razia COVID-19, Gubernur Edy Minta Polisi Tutup Lokasi Judi di Helvetia

57

Beritaindonesiasatu, Medan – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi langsung turun ke lokasi kejadian penyerangan petugas Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 saat melakukan razia protokol kesehatan (prokes) di Helvetia.

Dalam kericuhan yang terjadi Rabu (21/10/2020) malam kemarin, dua personel Satpol PP terluka di kepala.

Selain itu, tiga unit mobil Satgas Covid-19 juga dirusak.
Usai tinjauan di lokasi, Edy Rahmayadi langsung meminta Polda Sumut menutup lokasi judi tembak ikan di Helvetia.

Bukan hanya di tempat itu, Edy Rahmayadi meminta Polda juga menutup lokasi judi ilegal lainnya.

“Kita serahkan kepada aparat kepolisian. Kita minta seluruh tempat yang tidak memiliki izin dan ilegal (ditutup),” kata dia, di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Kamis (22/10/2020), usai meninjau lokasi perjudian tersebut.

Menurut dia, tempat tersebut diduga melakukan kegiatan yang ilegal, seperti perjudian bahkan diduga sarang maksiat.

Setelah meninjau, ia melihat berserakan kupon toto gelap (Togel) di lantai, pasca-kerusuhan tadi malam.

“Sangat diduga melakukan kegiatan ilegal, karena didapatkan kertas togel. Dan alat-alat lain,” ujarnya.

Diketahui, Satgas Penanganan Covid-19 melakukan razia protokol kesehatan di tempat perjudian ikan pada Rabu (21/10/2020) malam.

Di lokasi itu, petugas meminta kepada seluruh pengunjung tempat judi agar menerapkan protokol kesehatan.

Dilansir tribun Namun, saat melakukan kegiatan, petugas malah mendapat perlawanan dari pengunjung dan pengelola tempat tersebut.

Edy mengatakan, akibat kerusuhan ini, dua petugas dari Satpol-PP mengalami luka pada bagian kepala, dan tiga mobil rusak terkena lemparan benda tumpul.

“Kerugian, mobil yang dirusak, dan Satpol-PP luka,” kata mantan Panglima Kostrad tersebut.(trb/bas)