Diduga ada Kepsek Gay, Orang Tua Siswa Demo Disdik Medan

37

Beritaindonesiasatu, Medan – Sejumlah orang tua murid salah satu SD di Medan menggelar demonstrasi terkait dugaan oknum kepala sekolah (Kepsek) di SD tersebut adalah penyuka sesama jenis atau gay. Dinas Pendidikan (Disdik) Medan berjanji menindaklanjuti protes tersebut.

“Ditindaklanjuti,” kata Kadis Pendidikan Medan, Adlan, kepada wartawan, Rabu (23/12/2020).

Adlan tak menjelaskan detail soal tindak lanjut yang bakal dilakukan pihaknya. Sementara itu, pihak Kecamatan Medan Tuntungan yang merupakan wilayah sekolah itu berada menyatakan telah menyurati Disdik Medan soal masalah yang diprotes orang tua murid.

“Sudah saya surati. Sudah untuk kronologis, untuk dokumentasi sudah saya terima dan teruskan ke Dinas Pendidikan,” kata Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting.

Dia mengatakan Kepsek tersebut diduga terlibat hubungan sesama jenis dengan seorang pria. Topan mengatakan dugaan tersebut harus dibuktikan dengan penyelidikan lebih lanjut.

“Iya diduga seperti itu. Tetapi itu kan perlu penyelidikan langsung oleh dinas terkait, bukan kewenangan dari kecamatan,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah orang tua murid menggelar demonstrasi di depan salah satu SD di Medan. Mereka menuding oknum kepala sekolah di SD tersebut adalah gay.

“Sebenarnya kasus ini sudah lama, bulan 4 kemarin sudah viral di Facebook yang mengunggah semua bagaimana hubungan Pak J (kepala sekolah) dengan Z (teman prianya) dan kami berembuk guru dan orang tua murid bagaimana caranya kita tidak mau nanti jadi ada korban. Dan ini juga telah diketahui oleh Lurah dan Camat Medan Tuntungan,” kata salah satu orang tua murid, Raiman, kepada wartawan di Medan, Rabu (23/12).

Para orang tua yang menggelar demonstrasi ini terlihat membawa sejumlah poster berisi protes soal kepala sekolah tersebut. Salah satu poster itu berisi ‘Kami menolak Kepsek LGBT’.

Raiman mengaku dirinya sebagai orang tua takut anaknya menjadi korban pelecehan di sekolah. Dia juga mengklaim 300 orang tua siswa meneken pernyataan meminta kepala sekolah diganti.

“Yang kami takuti dengan segala apa yang dilakukan oleh bapak itu, dengan CCTV yang penggunaannya dulu tak seperti ini diarahkan ke kamar mandi dan gerbang ini sangat sulit orang tua murid masuk ke dalam. Jadi ini bentuk ketakutan kita jangan sampai anak kita ada korban. Itulah dari kami,” tutur Raiman.(dtc/bas)