Desa Terisolir, Gunakan Listrik Tenaga Air

35

Beritaindonesiasatu, Mandailingnatal – Dengan mengandalkan sumber air yang ada, sebuah Desa di Mandailing Natal Sumatera Utara mampu menciptakan pembangkit listrik tenaga air. Walau dengan produksi terbatas warga mengaku senang dapat menikmati penerangan dimalam hari. Rabu (24/2/2021)

Sebelumnya warga desa Patialo yang berada dikecamatan Kotanopan ini hanya mengandalkan minyak tanah dan lampu teplok, namun beberapa tahun terakhir mereka membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) secara swadaya sendiri.

Dengan menggunakan aliran air pegunungan dan dialiri ke desa menggunakan pipa. Mereka mampu mengolah aliran air tersebut menjadi listrik dengan menggunakan generator.

Desa yang dikaki bukit dengan jumlah penduduk 106 KK ini awalnya seolah terisolir. Namun dengan adanya penerangan, mereka sudah mulai berkembang.

Memang desa ini cukup sulit untuk dilalui, karena selain transportasi yang belum di bangun, fasilitas umum juga tidak memadai.

“Kalau siang generator kita matikan, agar bisa digunakan untuk mengaliri air kesawah, jadi untuk penerangan hanya digunakan malam saja,” ujar Hermansyah sebagai operator mesin.

Dalam satu bulan warga patungan mengumpulkan uang Rp20 ribu untuk perawatan mesin.

“Senang sekali, dulu kami pakai minyak tanah dan lampu teplok kalau malam, tapi sekarang sudah bisa pakai bola lampu dan televisi ” ujar Desi warga setempat.

Hingga kini warga desa masih bergantung pada sebuah generator guna menerangi rumah dan desa. Namun mereka tetap berharap dapat menikmati listrik dari PT PLN seperti desa lainnya.(bas)