Demonstran yang Ricuh di Gedung DPRD Jabar Bukan Mahasiswa

48

Beritaindonesiasatu, Bandung – Situasi di gedung DPRD Jawa Barat dan Gedung Sate Bandung sudah kondusif. Tim Raimas Polrestabes Bandung memukul mundur demonstran yang berbuat anarkistis.Kericuhan sempat terjadi menjelang azan Magrib, Selasa (6/10/2020).

Massa yang belum teridentifikasi asalnya itu melakukan pelemparan batu dan petasan kepada polisi yang berjaga di gedung Dewan tersebut.

Pukul 18.15 WIB, polisi pun akhirnya memukul mundur pengunjuk rasa yang berusaha menduduki gedung Dewan. Selain pelemparan batu dan petasan, pendemo menendang pagar dan mencoret-coret tembok pagar gedung DPRD Jabar.

Baca juga: Demo Omnibus Law di Bandung Ricuh, Mobil Polisi Dirusak

Gas air mata ditembakkan dan tim Raimas pun diterjunkan sambil memberikan imbauan agar demonstran pembuat onar itu membubarkan diri. Mereka dipukul mundur dan dipecah ke berbagai arah oleh polisi pada pukul 18.45 WIB.

Massa kembali berkumpul di depan Gedung DPRD Jawa Barat setelah menduduki jalan layang (flyover) Pasupati, Kota Bandung. Demonstran yang terlibat kericuhan di depan gedung DPRD Jabar, Kota Bandung. (Yudha Maulana/detikcom)

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya memastikan massa yang melakukan tindakan anarkistis bukan dari mahasiswa atau buruh. Meski pada siang hari tadi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung melakukan demo menolak omnibus law UU Cipta Kerja.

“Tadi setelah mahasiswa melakukan demonstrasi, ada massa lain yang datang ke DPRD untuk melakukan unjuk rasa lagi. Diperkirakan dari kelompok lain yang bukan mahasiswa, sehingga mereka tadi dorong-dorongan dengan anggota dan berupaya menguasai gedung Dewan, serta penimpukan,” ujar Ulung.

“Bisa kita dorong dan kita pukul mundur. Dari sekian pelaku, kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan. Perkembangan dari mana kelompok ini berasal,” kata Ulung.

Demonstran Lempar Batu dan Petasan
Dalam pengamanan ini, polisi menerjunkan 650 personel untuk mengawal demo yang dilakukan buruh dan mahasiswa. “Buruh selesai, mahasiswa selesai. Ada lagi kelompok lain di luar mahasiswa yang melakukan tindakan anarkistis kepada anggota sehingga bisa kita pukul keluar,” ujar Ulung.

Pantauan detikcom, hingga pukul 19.30 WIB, sisa-sisa pecahan batu terlihat di Jalan Diponegoro. Dikabarkan satu unit mobil polisi rusak akibat ulah massa.(dtc/bas)