Bobby Nasution Dialog dengan Warga, akan Tingkatkan Pelayanan Publik

88

Beritaindonesiasatu, Medan – Bobby Nasution menemui warga Jalan Mongonsidi Lingkungan VI, Kelurahan Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (29/9).

Dr. Sihombing, tokoh masyarakat setempat sekaligus tuan rumah dalam pertemuan itu mengatakan warga sekitar lengkap, ada Batak, Melayu, Tamil dan Tionghoa, namun hidup rukun. Selasa (29/9/2020)

“Ada semua tempat ibadah yang lengkap. Kami siap dengan kehadiran Bobby Nasution. Semua semangat menyambut,” kata Sihombing.

Sementara Bobby Nasution mengatakan ingin berbagi nikmat dengan warga Kota Medan. “Caranya dengan ikut peduli dan bertekad membangun Kota Medan,” kata Menantu Presiden Joko Widodo itu.

Kemudian Bobby menyoroti anggaran di Kota Medan. Menurutnya masih banyak masyarakat yang tidak melek anggaran. Padahal anggaran tahunan Kota Medan mencapai Rp 6 triliun. Tapi fakta di lapangan, pembangunan tidak merata dan masih banyak masalah.

Menatap Pilkada 2020, Bobby Nasution ingin setiap warga ikut menjaga kerukunan di Kota Medan.

“Politik identitas jangan dipakai saat kampanye. Kalau sudah jadi, baru kita tonjolkan identitas. Kita buktikan orang Medan ini majemuk namun tetap rukun. Yang Islam, Islam yang baik. Yang Kristen, Kristen yang baik dan lainnya. Saat Pilkada harus bicarakan program, jangan ukur keimanan seseorang. Itu tidak baik karena berpotensi memecah belah umat,” ujar Bobby Nasution.

Bobby Nasution juga menyatakan akan membangun Mall Pelayanan Publik. Di dalamnya akan dibuat satu pintu untuk pelayanan kependudukan. Mulai dari KTP, KK, hingga koordinasi dengan kepolisian untuk memudahkan urusan perpajakan kendaraan.

“Jadi nanti keluar dari mall pelayanan publik itu, warga yang tak punya KTP begitu keluar punya KTP. Tidak sampai satu hari harus sudah selesai,” lanjut Bobby.

Kemudian pada sesi tanya jawab, Sahat Marpaung, warga setempat mengaku ingin mencari pemimpin yang muda dan saat ini terwujud.

“Sudah saatnya yang muda karena bakal kreatif dan inovatif. Dan anak muda belum terkontaminasi,” kata Sahat.

Sahat juga mengeluhkan soal sulitnya mengurus sertifikat tanah.

“Mohon ini juga diperhatikan, karena mahal sekali urus sertifikat,” koar Sahat.

Dilansir analisa Kemudian warga bernama Vincent bertanya apakah Bobby Nasution berani tegas kepada pejabat yang tidak melayani masyarakat.

“Kenapa tidak berani menegur? Itu mungkin sudah dapat setoran. Harusnya di birokrasi melayani, kalau ada keluhan dari dinas terkait harus ditindak,” kata Bobby langsung menjawab.

Di pemerintahan kelak, Bobby Nasution akan menerapkan merit sistem, yakni meletakkan pejabat pada posisinya sesuai dengan kemampuannya.

“Sesuai profesionalitas pejabat. Saya sudah janji tidak akan terima duit apabila ada yang mau jadi pejabat. Jadi harus sesuai kemampuannya,” kata Bobby.

Pada kesempatan itu, Bobby juga akan membangun sudut literasi di tiap kelurahan.

“Itu untuk menjaga anak-anak muda agar tidak berprilaku negatif. Kita akan siapkan ruang baca hingga wifi untuk memudahkan masyarakat mengembangkan dirinya,” pungkas Bobby. (and/bas)