Bobby Nasution dan Deddy Mizwar Diskusi soal Cagar Budaya Istana Maimoon

39

Beritaindonesiasatu, Medan – Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama aktor kondang Deddy Mizwar bertemu dengan sejumlah seniman Kota Medan di Istana Maimoon, Selasa (1/12/2020).

Berbincang di teras Istana Maimoon, seorang penggiat teater Kota Medan Hafiz Taadi menuturkan, Kota Medan saat ini harus bisa mengembangkan cagar budaya.

“Kita ikuti arah kesenian yang bang Bobby kemukakan, cukup baik. Lantaran selama ini wali kota tidak memperhatikan seniman,” ungkapnya.

Kata Hafiz, banyak potensi putra daerah dalam bidang seni budaya. Tak kalah banyak yang melanglang buana untuk memperkenalkan seni budaya yang ada di Kota Medan.

“Tapi tidak ada perhatian dari pemerintah,” katanya.

Apalagi, sambungnya, sampai saat ini Medan tidak punya gedung kesenian. Sehingga potensi-potensi yang ada tidak tersalurkan.

“Jadi bang Bobby harus berani memperbaiki sistem di Kota Medan ini,” ucapnya kepada Bobby.

Aktor senior Deddy Mizwar bercerita, pertama kali ia datang ke Istana Maimoon saat berkunjung bersama presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pemeran Naga Bonar ini juga menyampaikan kekagumannya akan Istana Maimoon yang kini sudah berubah ke arah lebih baik. Meski, masih banyak lagi yang perlu ditingkatkan.

“Sekarang sudah bagus, kalau dulu kayak rumah hantu. Saya kira ini perlu dipelihara, bahkan dilestarikan dan bisa dijadikan pusat kajian budaya. Bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi. Saya kira ini jejak sejarah (Istana Maimoon),” tutur Ketua Bidang Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif Partai Gelora ini.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pengelola Yayasan Istana Maimoon. Deddy berharap, ke depan istana bisa berfungsi jadi lebih baik.

Bobby Nasution mengatakan, ia memiliki saran kepada seniman untuk kolaborasi atau rembuk untuk memajukan Kota Medan. Bobby juga menyampaikan program-programnya untuk meningkatkan seni budaya di Kota Medan, termasuk rencana dalam menggerakkan ekonomi di kawasan Istana Maimoon, Masjid Raya Al-Maksum dan Kolam Sri Deli.

“Medan sebagai kota majemuk, kawasan dari setiap etnis ini harus dilestarikan. Di Kota Matsum misalnya, di sana pergerakan kawasan di sana itu lebih bertumpu kepada kawan-kawan kita yang Minang. Begitu juga di kecamatan Medan Maimun, kita sudah tahu ratusan tahun Istana Maimun ini berdiri, citra seperti ini harus dilestarikan. Sehingga tercipta atmosfer yang baik untuk menggerakkan ekonomi,” katanya.

Suami Kahiyang Ayu ini mengatakan, jika hal ini terjadi, tidak hanya berdampak pada warga beretnis Melayu, tapi seluruh kota Medan pasti bisa merasakan dampak yang positif.

“Kalau ini bisa kita lakukan, saya yakin Medan akan jauh menjadi lebih baik,” tukasnya.(trb/bas)