Blok Khusus Lapas Pekanbaru, Tutup Akses Komunikasi Napi

37

Beritaindonesiasatu, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Pekanbaru, Riau membuat blok khusus untuk narapidana kasus narkoba. Tercatat ada 160 sel khusus kasus narkoba di Lapas Pekanbaru.

“Sebagaimana telah kita sampaikan dalam proses pembentukan bahwa akan ada blok pengendali narkoba. Ada 160 blok di lapas Kelas II A Pekanbaru,” tegas Kepala Kantor Kemenkumham Riau, Ibnu Chuldun kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).

160 blok pengendali narkoba telah beroperasi hari ini. Tercatat sudah ada 15 narapidana kasus narkoba sudah dipindahkan ke blok itu dini hari tadi.

“Dini hari tadi mulai pukul 00.30 WIB ada dipindahkan 15 orang dari blok reguler ke blok pengendali narkoba. Tetapi harusnya mereka dipindahkan ke Nusakambangan,” kata Ibnu didampingi Kepala BNN Riau, Brigjen Pol Kenedy.

Ibnu mengatakan hanya akan ada satu narapidana yang menempati blok khusus tersebut. Menurutnya, tak ada fasilitas selain tempat tidur bagi narapidana.

“Akses atau komunikasi dengan petugas tidak ada di blok ini kecuali lubang untuk masuknya makan. Colokan saja tak ada, jadi ini adalah bukti keseriusan kita untuk memberantas peredaran narkoba,” ucapnya.

Selain itu, napi juga tidak akan bertemu atau berkomunikasi dengan petugas di lapas tersebut. Sebab seluruhnya dapat dipantau melalui CCTV.

“Tidak ada komunikasi, mereka sendirian dalam satu ruangan. Tidak ada komunikasi dan bertemu siapapun. Untuk kunjungan hanya bisa dilakukan secara virtual saja,” katanya.

Terakhir, Ibnu menyebut napi yang masuk dalam blok khusus itu sebenarnya sudah mendapat izin Ditjen Pemasyarakatan untuk dipindahkan ke Nusakambangan. Hanya saja, hal itu belum bisa dilakukan karena tengah pandemi COVID-19.

Kepala BNN Riau, Brigjen Kenedy saat meninjau blok lapas khusus menyebut blok khusus itu sebagai terobosan dalam pemberantasan narkoba. Ia menyebut lapas yang selama ini dikenal sebagai sarang pengendali bisa berubah.

“Kami berkolaborasi, ini baru pertama kali di Indonesia sebagai proyek percontohan seperti di Nusakambangan. Saya datang langsung dan melihat langsung apa yang disampaikan, ternyata benar adanya,” kata Kenedy.(dtc/bas)