Bantuan Korban Banjir ke Meratus Kalsel Terhalang Longsor

69

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Pengiriman bantuan logistik kepada korban banjir di pedalaman Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengalami kesulitan karena terkendala tanah longsor di sejumlah titik. Rabu (20/1/2021).

“Kondisi masyarakat di lokasi bencana sangat memprihatinkan, mereka bertahan dengan hasil bumi seadanya. Ada yang cuma makan ubi mentah dan kelapa saja,” kata Alfi bersama tim survei dari komunitas pendaki Gerombolan Hijau di posko untuk Meratus Pedalaman.

Alfi menyebut terdapat tujuh dusun di Kecamatan Hantakan, yang sulit diakses untuk menyalurkan bantuan logistik dan evakuasi warga karena tanah longsor menutup jalan.

Ia menjelaskan dari Desa Alat RT 3 menuju Dusun Arangani ada longsor ringan. Kemudian akses dari Dusun Lukuran ke Batu Kiting, Desa Hinas Kanan ke Dusun Rantau Perupuk, terjadi longsor berat.

Bahkan lumpur atau material longsor yang menutup jalan hingga 2 meter di sepanjang jalan menuju kampung tersebut.

“Bisa dikatakan di tiga titik longsor itu hampir menutup semua badan jalan. Khusus dari Rantau Perupuk menuju Dusun Baya Wana dan Pantai Uang (Desa Datar Ajab) jalur harus melewati sungai karena ada jembatan gantung yang putus,” ujarnya.

Alfi mengatakan kondisi tersebut membuat tim mengalami kesulitan. Tim relawan juga harus membawa logistik hampir 30 kilogram dengan berjalan kaki sejauh 15 km. Waktu tempuh sekitar 8 jam.

“Sekarang baru saja berangkat dari kampus STIPER Amuntai kelompok dua dengan anggota 18 orang membawa logistik berupa beras 15 kg, mie instan 5 dos, perlengkapan bayi dan obat obatan. Posko khusus untuk warga pedalaman meratus,” ujar Kasman Susanto, Koordinator Posko Peduli Pedalaman.

Babinsa Dusun Alat dan Datar Ajab dari Koramil Pagat, Serda Embran juga membantu ke lokasi dengan berjalan kaki bersama satu anggotanya.

“Ada rencana heli bantuan pusat untuk mendistribusikan logistik. Kita mau cek lokasi untuk pendaratan,” ujarnya.

Pantauan Antara, khususnya di Kecamatan Hantakan, hilir mudik kendaraan terlihat ramai baik siang ataupun malam untuk memberi bantuan hingga terkadang membuat jalan akses satu satunya itu macet.

Sebelumnya, banjir menerjang 10 kabupaten/kota di Kalsel sejak pekan lalu, yakni Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kota Banjar Baru, Kota Tanah Laut, Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Barito Kuala.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberi instruksi kepada jajaran pemerintah untuk mengevakuasi warga dan memastikan penyaluran bantuan di Kalsel

Jokowi menilai banjir di Kalsel terjadi karena curah hujan yang tinggi, sehingga Sungai Barito tak mampu menampung air hujan yang mengguyur Kalsel. Bahkan menurutnya, sudah lebih dari 50 tahun Kalsel tidak dilanda banjir.

Sementara Greenpeace Indonesia banjir di Kalsel akibat kerusakan lingkungan di provinsi itu. Lembaga pemerhati lingkungan itu menyesalkan regulasi pemerintah yang saat ini memudahkan perpanjangan izin usaha tambang di Kalsel.(ant/bas)