Bantah Ditawari Waketum Demokrat, Eks Wakapolri Syafruddin Membantah

43

Beritaindonesiasatu.com, Jakarta – Dituding pernah ditawari menjadi Waketum Partai Demokrat versi KLB, Eks Wakapolri Komjen (Purn) Syafruddin membantah keras, Syafruddin menyebut tidak pernah berkomunikasi dengan kubu Moeldoko.

“Saya membantah pernah diajak gabung oleh Moeldoko,” kata Syafruddin saat dimintai konfirmasi, Senin (15/3/2021).

Syafruddin juga menegaskan tidak pernah melakukan komunikasi dengan Marzuki Alie terkait politik, khususnya soal isu rencana bergabung dengan PD kubu Moeldoko.

“Saya membantah keras pernah diajak gabung oleh Moeldoko, dan Marzuki Ali bergabung dalam kepengurusan Partai Demokrat hasil KLB Deli Serdang,” tegas dia.

Isu Syafruddin diajak masuk ke dalam PD versi Moeldoko diembuskan oleh Deputi Balitbang Demokrat Syahrial Nasution. Syahrial menyebut ajakan itu disampaikan lewat Marzuki Alie. Dia mengatakan kubu KLB Deli Serdang mencoba merekrut orang dekat JK.

“Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Syafruddin dihubungi oleh Marzuki Alie dan Darmizal. Diminta jadi waketum PD versi KLB abal-abal. Dia menolak,” kata Syahrial Nasution.

“Sampai akhirnya, Moeldoko menghubungi langsung, juga ditolak,” ucap Syahrial.

Syahrial menyebut informasi soal Moeldoko menghubungi eks Wakapolri Komjen (Purn) Syafruddin ini didapatnya langsung dari orang tepercaya. Syahrial menyebut penolakan dari tokoh sekelas Komjen (Purn) Syafruddin menandakan KLB di Deli Serdang merupakan kudeta terhadap Partai Demokrat.

“Artinya, ini kudeta. Karena, kegiatannya dilaksanakan dulu. Tidak didaftarkan, karena memang susunan kepengurusannya belum ada. Legalitasnya nggak benar. Menggunakan tangan kekuasaan untuk mempengaruhi DPC-DPC dan DPD-DPD pemilik hak suara,” sebut Syahrial. (dtc/bas)