Banjir, Pemkot Tebing Tinggi Dirikan 56 Posko Korban Banjir

72

Beritaindonesiasatu, Medan – Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, mendirikan 56 posko untuk membantu warga daerah itu yang terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Padang.

Wali Kota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi di Tebing Tinggi, mengatakan saat ini telah didirikan 56 posko yang tersebar di Kota Tebing Tinggi untuk membantu warga terdampak banjir.

Namun ia menyebutkan jumlah posko itu masih harus ditambah. Selain itu, Umar juga berharap mendapat tambahan perahu karet untuk mempercepat evakuasi warga dan menyalurkan logistik.

“Sekarang ada 56 posko, kami masih meminta bantuan tenda-tenda pleton untuk mendirikan posko. Perahu kita yang kecil juga tidak banyak. Kami minta bantuan kepada gubernur untuk mengevakuasi warga dan menyalurkan logistik,” kata Umar.

Sampai saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa, karena sebelum banjir Pemkot Tebing Tinggi telah memprediksi bencana alam ini. Ia juga mengatakan sudah meminta masyarakat agar menjauhi daerah sekitar sungai sehingga korban jiwa bisa dihindari.

Baca juga: Brimob tambah personel bantu evakuasi warga terdampak banjir di Tebing Tinggi

“Kami sudah mengimbau masyarakat agar tidak berdiam di pinggiran sungai karena banjir sudah kita prediksi. Sampai sekarang belum ada laporan korban jiwa,” katanya.

Banjir melanda sebagian besar wilayah Kota Tebing Tinggi sejak Jumat (27/11). Namun, hingga Sabtu volume air semakin tinggi dan merendam beberapa daerah di Kota Tebing Tinggi.

Banjir disebabkan karena meluapnya Sungai Padang yang membelah Kota Tebing Tinggi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebing Tinggi ada 5 kecamatan yang terdampak cukup parah banjir, yaitu Kecamatan Rambutan, Bajenis, Padang Hulu, Tebing Tinggi Kota dan Padang Hilir.

Dari lima kecamatan tersebut yang terdampak banjir berdasarkan data BPBD Tebing Tinggi per 28 November sebanyak 25.297 jiwa. (ant/bas)