Banjir di Jatipadang Warga Meninggal di Tengah Kepungan Air

69

Beritaindonesiasatu, Jakarta, Salah seorang warga RW 06 Kelurahan Jatipadang, Jakarta Selatan, meninggal dunia saat banjir menerjang kawasan tersebut. Menurut keterangan Ketua RW setempat, korban meninggal setelah dievakuasi.

Arief, Ketua RW 06 mengatakan mulanya warga setempat tengah mengevakuasi sejumlah korban banjir sekitar pukul 03.30 WIB Sabtu (20/2) dini hari. Menurut Arief, dalam proses evakuasi itu, pihaknya turut berusaha evakuasi korban tersebut.

“Pertama, kita melakukan evakuasi pada 3.30 pagi hari, mengevakuasi bapak itu, rumah masih dalam keadaan dikunci,” kata Arief saat teleconfrence di Metro TV, Sabtu (20/2).

Menurut Arief, saat itu kondisi warga yang sedang proses evakuasi panik, lantaran masih banyak korban lain seperti anak kecil, orang tua, hingga korban yang sakit berat belum terevakuasi. Menurut Arief, karena kondisi rumah korban meninggal tersebut masih terkunci, pihaknya memprioritaskan untuk mengevakuasi warga lainnya.

“Setelah karena kita panik, banyak yang harus kita evakuasi, kita terlupakan. Karena banyak anak kecil, orang tua yang sakit. Sampai-sampai peringatan tiga, jam 7 pagi, kita dobrak, sudah tidak ada nyawanya,” ungkap Arief.

Setelah itu, Arief mengatakan korban langsung dibawa ke salah satu masjid tempat evakuasi. Menurutnya, warga yang meninggal dunia tersebut memang tinggal sendirian di rumahnya.

“Jadi memang bapak itu seorang diri, ada saudaranya, rumahnya enggak jauh dari situ, sekitar 200 meter lah. Nah, jadi kondisinya, karena dia sendiri, rumah dikunci sama keponakannya,” jelas Arief.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, prioritas dalam penanganan banjir kali ini keselamatan warga. Anies meminta jajarannya memastikan agar tidak ada korban jiwa dalam banjir tahun ini.

Ratusan RT di Jakarta terendam banjir sejak Sabtu (20/2) pagi. Sampai siang ini, sebagian wilayah yang terendam banjir itu belum surut.

“Kita nomor satu memastikan seluruh masyarakat itu aman, prioritas kita pertama dan terutama adalah memastikan warga selamat, jangan sampai ada korban jiwa,” kata Anies dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/2).

BPBD Provinsi DKI Jakarta sebelumnya mencatat, 193 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Selatan, Timur, dan Barat banjir pada Sabtu (20/2) hingga pukul 06.00 WIB, usai hujan merata sejak tengah malam tadi.

Sebanyak 29 RW, terdiri dari 44 RT, terendam di Jakarta Selatan dengan ketinggian 40-150 sentimeter dan terdapat pengungsi sebanyak tujuh kepala keluarga dengan total 19 jiwa.

Sementara di Jakarta Timur, ada 50 RW, terdiri dari 143 RT, terendam dengan ketinggian 40-180 sentimeter, dan 372 KK dengan total 1.361 jiwa sedang mengungsi. Serta di Jakarta Barat sejumlah 4 RW dan 6 RT terendam.(cnn/bas)