6 Panti Sosial Memprihatinkan, Wagubsu Evaluasi Kadis Sosial

70

Beritaindonesiasatu, Medan – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah akan melakukan evaluasi kerja terhadap Kepala Dinas Sosial. Evaluasi ini terkait adanya laporan kondisi panti sosial dalam kondisi tidak memadai.

Sebab, fasilitas yang ada untuk warga binaan banyak sudah rusak bahkan tidak bisa dipergunakan. Pria yang karib disapa Ijeck ini akan segera mencari tahu, apakah Kepala Dinas Sosial yang tidak menjalankan tugas dengan benar, atau anggaran kurang di panti.

“Terima kasih sudah menyampaikan temuan yang ada di UPT (Unit Pelaksana Teknis) di dinas-dinas kita, akan coba kami evaluasi apa yang salah. Apakah yang salah kepala dinas atau pun anggaran yang tidak ditujukan kesana,” katanya.

Mendengar adanya keluhan ini, pihaknya akan segera melakukan pembahasan lebih lanjut untuk perbaikan terhadap enam panti sosial, pada anggaran tahun depan.

“Masukan ini akan kita terima dan tahun 2021 rencananya juga akan dilakukan perbaikan di enam panti sosial,” ujarnya.

Di tahun depan, pihaknya akan membahas bagaimana perbaikan yang dilakukan, apakah melakukan renovasi gedung, atau melengkapi fasilitas di panti sosial.

“Mendengar keadaan beberapa panti yang Bapak dan Ibu sampaikan, kita akan melakukan upaya-upaya peningkatan kualitas bangunan panti dan juga kualitas pelayanan panti,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, Yosi mengatakan, usulan pembangunan enam panti sosial tersebut, sudah masuk dalam rencana kerja tahun 2021.

“Untuk itu, kami bersama Dinas Sosial juga sudah menghitung kebutuhan riil yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan. Kita targetkan sebelum masa periode Bapak Gubernur berakhir, seluruh panti sudah dilakukan perbaikan. Kita mulai dari tahun 2021, ada enam panti yang sudah dimasukkan dalam Rencana Kerja (Renja) Bappeda Sumut,” terangnya.

Dijelaskannya, dari enam panti yang rencananya direnovasi, ada tiga lokasi yang menjadi prioritas. Yaitu UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia di Kota Binjai, UPT Tuna Laras di Kabupaten Karo, dan UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia di Kabupaten Asahan.

‚ÄúTiga ini yang menjadi proritas dilakukan perbaikan, tiga UPT lagi akan kita lihat mana yang mendesak untuk diperbaiki,” ujarnya.

Tidak hanya memperbaiki panti, menurut Yosi, Pemprov Sumut juga berencana untuk menaikkan uang makan harian warga binaan panti sosial.

Nantinya, para warga akan mendapatkan kebutuhan yang cukup dari pemerintah.

“Awalnya biaya uang makan harian warga panti sebesar Rp21.000/orang/hari, berdasarkan arahan Gubernur kita naikkan menjadi Rp27.000/orang/hari dan itu sudah sesuai dengan standar nasional. Setelah puluhan tahun, baru ini terjadi kenaikan biaya makan untuk warga binaan,” terangnya.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi E DPRD Sumut Merizhta Sitepu menyampaikan hasil kunjungannya ke beberapa UPT milik Dinas Sosial Sumut. Antara lain tentang kondisi panti sosial yang perlu ditingkatkan lagi.

Dilansir Tribun Satu diantaranya, yaitu UPT Tuna Laras di Brastagi, yang kondisi bangunan dan warga binaan sangat memperihatinkan. (mtn/bas)