5 Penerbangan Batik Air Dibatalkan, Akibat Mendarat Darurat di Jambi

50

Beritaindonesiasatu.com, Jakarta – Lima jadwal penerbangan yang dibatalkan lantaran pesawat Batik Air masih berada di tengah landasan pacu.

Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Sulthan Thaha Jambi Indra Gunawan mengatakan ada lima jadwal penerbangan yang dibatalkan lantaran pesawat Batik Air masih berada di tengah landasan pacu.

Diketahui, Pesawat Batik Air jenis Airbus 320-200 registrasi PK-LUT sempat mendarat darurat di Bandara Sulthan Thaha Jambi lantaran terkendala pada roda depan.

“Ya lima jadwal penerbangan di ‘cancel’ usai kejadian itu,” kata Indra Gunawan mengutip Antara, Sabtu (6/3).

Mulanya, Pesawat Batik Air jenis Airbus 320-200 rute Jambi-Jakarta nomor penerbangan ID-6803 berangkat pada pukul 13.28 WIB lalu sekitar 23 menit kemudian memutar balik dan kembali mendarat di bandara yang sama pada pukul 13.51 WIB.

Sejak mendarat hingga pukul 20.15, pesawat tersebut masih berada di landasan pacu, sehingga membuat jadwal penerbangan lain harus dibatalkan.

Indra mengatakan pemindahan pesawat masih menunggu alat dari Batam. Alat itu akan dibawa oleh pesawat ATR dari Batam. Jika alat sudah tiba, pesawat Batik Air akan lekas dipindahkan ke bagian apron di Bandara Sultan Thaha Jambi.

“Bandara kita ‘open’ (buka) untuk kepentingan evakuasi saja,” katanya.

Sebelumnya, Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro meminta maaf kepada semua pihak atas insiden yang terjadi.

Batik Air telah memberikan layanan kompensasi penundaan keberangkatan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Mengenai pesawat yang putar balik dan mendarat darurat, Danang mengatakan keputusan pilot sudah tepat karena mengutaman keselamatan penerbangan.

“Setelah lepas landas, pilot memutuskan untuk kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/ RTB) dikarenakan ada salah satu indikator menyala di ruang kokpit (yang memberitahukan atau menunjukkan), kemungkinan ada kendala teknis (technical reason),” ujar Danang dalam keterangan tertulis.(cnn/bas)