32 Kasus Sengketa Pilkada akan Diputus MK pada 18-22 Maret

121

Beritaindonesiasatu.com, Jakarta – Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) bakal memutuskan 32 sengketa Pilkada 2020 pada 18-22 Maret 2021. Perkara yang akan diputus ini melibatkan perselisihan hasil pemilihan (PHP) bupati, wali kota hingga gubernur.

“Iya betul [akan diputus],” kata Juru Bicara MK, Fajar Laksono, saat dikonfirmasi, Selasa (16/3).

Pada Kamis (18/3) lusa, terdapat 10 perkara yang akan diputus. Sejumlah perkara itu di antaranya melibatkan PHP Bupati Belu, NTT dengan pemohon Willybrodus Lay dan J.T. Ose Luan (Paslon 01); PHP Bupati Kotabaru, Kalsel dengan pemohon Burhanudin dan Bahrudin (Paslon 02); PHP Bupati Pesisir Barat, Lampung dengan pemohon Aria Lukita Budiwan dan Erlina (Paslon 02); PHP Bupati Bandung dengan pemohon Kurnia Agustina dan Usman Sayogi (Paslon 01); dan PHP Bupati Nias Selatan, Sumut dengan pemohon Idealisman Dachi dan Sozanolo Ndruru (Paslon 02).

Kemudian PHP Bupati Samosir, Sumut dengan pemohon Rapidin Simbolon dan Juang Sinaga (Paslon 03); PHP Bupati Malaka, NTT dengan pemohon Stefanus Bria Seran dan Wendelinus Taolin (Paslon 02); PHP Bupati Teluk Wondama, Papua Barat dengan pemohon Elysa Auri dan Fery Michael Deminikus Auparay (Paslon 01); PHP Bupati Sumbawa, NTB dengan pemohon Syarafuddin Jarot dan H. Mokhlis (Paslon 05); dan PHP Bupati Karimun, Kepri dengan pemohon Iskandarsyah dan Anwar (Paslon 02).

Berikutnya pada Jumat (19/3) ada 9 perkara yang akan diputus. Pelbagai kasus itu yakni PHP Bupati Sekadau, Kalbar, pemohon Rupinus dan Aloysius (Paslon 02); PHP Bupati Konawe Selatan, Sultra, pemohon Muh. Endang dan Wahyu Ade Pratama Imran (Paslon 03); PHP Bupati Tasikmalaya, Jabar, pemohon Iwan Saputra dan Iip Miptahul Paoz (Paslon 04); PHP Bupati Tojo Una-una, Sulteng, pemohon Rendy M. Afandy Lamadjido dan Hasan Lasiata (Paslon 02).

Lalu PHP Bupati Yalimo, Papua, pemohon Lakius Peyon dan Nahum Mabel (Paslon 02); PHP Bupati Nabire, Papua, pemohon Fransiscus Xaverius Mote dan Tabroni Bin M. Cahya (Paslon 03); PHP Bupati Nabire, Papua, pemohon Yufinia Mote dan Muhammad Darwis (Paslon 01); PHP Gubernur Kalsel, pemohon Denny Indrayana dan Difriadi (Paslon 02); PHP Bupati Morowali Utara, Sulteng, pemohon Holiliana dan H. Abudin Halilu (Paslon 02).

Seperti dilansir CNNIndonesia, pada Senin (22/3) pekan depan terdapat 13 perkara perselisihan yang akan disidang. Perkara-perkara itu di antaranya PHP Bupati Halmahera Utara, Malut, pemohon Joel B. Wogono dan Said Bajak (Paslon 01); PHP Bupati Penukal Abab Lematang Ilir, Sumsel, pemohon Devi Harianto dan Darmadi Suhaimi (Paslon 01); PHP Wali Kota Banjarmasin, Kalsel, pemohon Ananda dan Mushaffa Zakir (Paslon 04); PHP Bupati Labuhanbatu Selatan, Sumut, pemohon Hasnah Harahap dan Kholil Jufri Harahap (Paslon 03).

Berikutnya yakni PHP Bupati Sumba Barat, NTT, pemohon Agustinus Niga Dapawole dan Gregorius H.B.L. Pandango (Paslon 03); PHP Wali Kota Ternate, Malut, pemohon Muhammad Hasan Bay dan Mohammad Asghar Saleh (Paslon 03); PHP Bupati Solok, Sumbar, pemohon Nofi Candra dan Yulfadri (Paslon 01); PHP Bupati Indragiri Hulu, Riau, pemohon Rizal Zamzami dan Yoghi Susilo (Paslon 5); PHP Bupati Boven Digoel, Papua, pemohon Martinus Wagi dan Isak Bangri (Paslon 03).

PHP Bupati Labuhanbatu, Sumut, pemohon Erik Adtrada Ritonga dan Ellya Rosa Siregar (Paslon 02); PHP Bupati Rokan Hulu, Riau, pemohon Hafifth Syukri dan Erizal (Paslon 03); PHP Bupati Mandailing Natal, Sumut, pemohon Muhammad Jafar Sukhairi Nasution dan Atika Azmi Utammi (Paslon 01); dan PHP Gubernur Jambi, pemohon Cek Endra dan Ratu Munawaroh (Paslon 01).(bas)